web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

4 Bakteri Penyebab Keputihan Tidak Normal dan Gejala yang Ditimbulkan

4 Bakteri Penyebab Keputihan Tidak Normal dan Gejala yang Ditimbulkan
Nilai Rata-rata: 9.5 / 10 (4 orang penilai )

bakteri penyebab keputihan

Tahukah Anda bahwa hampir sebagian besar kasus keputihan tidak normal disebabkan oleh adanya bakteri penyebab keputihan tidak normal? Namun sayangnya kebanyakan wanita belum mengetahui jenis-jenis bakteri tersebut padahal dengan mengetahuinya akan mempermudah mereka untuk mencegah keputihan tidak normal.

Penting untuk Anda ketahui bahwa umumnya jenis keputihan terbagi menjadi dua jenis yaitu keputihan normal dan keputihan tidak normal ataupun keputihan fisiologis dan keputihan patologis dan masing-masing jenis keputihan memiliki ciri-ciri yang sangat mencolok.

Baca Juga: Penyebab Keputihan Berlebihan

Misalkan saja keputihan tidak normal akan mengalami perubahan warna cairan seperti keputihan berwarna kuning ataupun keputihan berwarna hijau yang dibarengi dengan gejala-gejala lainnya seperti terasa gatal, cairan kental berbau busuk sampai menimbulkan rasa panas pada Miss V dan umumnya disebabkan oleh adanya bakteri penyebab keputihan tidak normal.

Berbeda halnya dengan jenis keputihan normal karena umumnya keputihan normal memiliki ciri-ciri yang mudah untuk membedakannya, misalkan saja: keputihan tidak berbau, cairan keputihan tidak berubah warna, tidak mengalami perubahan volume, konsistensi, bau.

4 Bakteri Penyebab Keputihan Tidak Normal yang Perlu Wanita Ketahui


Tahukah Anda bahwa seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa ada beberapa bakteri penyebab keputihan tidak normal yang perlu Anda waspadai dan berikut di bawah ini adalah penjelasannya, diantaranya:

1. Vaginosis Bakteri
Bakteri penyebab keputihan tidak normal yang pertama adalah disebabkan oleh adanya vaginosis bakteri merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pertumbuhan bakteri yang biasanya ada di Miss V.

Tidak diketahui persis mengapa ketidakseimbangan dalam pertumbuhan bakteri ini terjadi dan kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai Gardnerella vaginitis setelah satu jenis bakteri yang biasanya menyebabkan kondisi tersebut.

Namun Gardnerella organisme bukan satu-satunya jenis bakteri penyebab keputihan tidak normal, karena terdapat jenis lain dari bakteri yang dapat terlibat dalam vaginosis bakteri adalah Lactobacillus, Bacteroides, Peptostreptococcus, Fusobacterium, Eubacterium, serta sejumlah jenis lainnya.

Baca Juga: Perbedaan Keputihan Fisiologis dan Patologis

Sehingga ketika beberapa spesies bakteri yang biasanya berada di Miss V menjadi tidak seimbang, maka kemungkinan besar seorang wanita dapat memiliki cairan keputihan dengan bau busuk.

Tanda Dan Gejala Vaginosis Bakteri yang Ditimbulkan

Banyak wanita dengan vaginosis bakterial tidak memiliki tanda atau gejala sama sekali yang ditimbulkan, Namun ketika gejala memang terjadi yang paling umum termasuk:

- Jumlah keputihan yang abnormal

- Keputihan tipis dan putih keabu-abuan

- Bau Miss V  seperti berbau busuk atau berbau amis

- Umumnya cairan keputihan dan bau pada Miss V lebih sering terlihat setelah berhubungan seksual.

- Nyeri dengan hubungan seksual atau buang air kecil (gejala langka).

Gejala vaginosis bakteri bisa terjadi kapan saja dalam siklus menstruasi wanita, termasuk sebelum, selama, atau setelah periode menstruasi

Selain itu jumlah cairan keputihan yang dianggap normal bervariasi dari wanita ke wanita lain, oleh karena itu setiap tingkat keputihan yang abnormal untuk wanita tertentu harus dievaluasi secepatnya di Klinik Utama Gracia.

bakteri penyebab keputihan

2. Trichomoniasis
Bakteri penyebab keputihan tidak normal yang selanjutnya disebabkan oleh adanya Trichomoniasis (trich) adalah infeksi yang disebabkan oleh adanya parasit bersel tunggal yang dikenal sebagai Trichomonas vaginalis (T vaginalis) dan umumnya Infeksi ditularkan melalui kontak seksual.

Prevalensi tinggi infeksi T vaginalis di seluruh dunia dan frekuensi koinfeksi dengan IMS lain membuat trikomoniasis menjadi masalah kesehatan masyarakat. Khususnya, penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi dengan T vaginalis meningkatkan risiko penularan HIV pada pria dan wanita.

Baca Juga: Cara Mudah Mencegah Trikomoniasis

Trichomoniasis juga dikaitkan dengan hasil kehamilan yang merugikan, serta dapat menyebabkan infertilitas, infeksi pasca operasi, dan neoplasia serviks.

Tanda Dan Gejala Trichomoniasis yang Ditimbulkan
Tahukah Anda bahwa Bakteri penyebab keputihan Trichomoniasis sering tidak memiliki gejala yang ditimbulkan? Namun menurut laporan dari CDC yang Kami kutip dari situs Healthline, melaporkan bahwa hanya 30 % orang dengan trich melaporkan gejala sama sekali dan dalam sebuah penelitian, 85 % wanita yang terkena tidak memiliki gejala apa pun.

Ketika gejala memang terjadi, gejala penyebab keputihan tidak normal tersebut sering mulai 5 hingga 28 hari setelah seseorang terinfeksi dan bagi sebagian orang bisa memakan waktu lebih lama, dan berikut di bawah ini adalah gejala-gejalanya:

Gejala yang Paling Umum Pada Wanita, Diantaranya

- Keluar cairan keputihan yang bisa berwarna putih, abu-abu, kuning, atau hijau, dan biasanya berbusa dengan bau yang tidak menyenangkan

- Bercak vagina atau perdarahan

- Terasa gatal pada Miss V dan Miss V terasa seperti terbakar

- Area kelamin mengalami kemerahan atau pembengkakan

- Sering ingin buang air kecil

- Terasa nyeri saat buang air kecil atau saat hubungan seksual

Gejala yang Paling Umum Pada Pria, Diantaranya:

- Keluar cairan tidak normal dari uretra

- Mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil atau setelah ejakulasi

- Dorongan sangat kuat untuk sering buang air kecil

3. Neisseria Gonorrhoeae
Bakteri penyebab keputihan tidak normal yang selanjutnya disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama Neisseria gonorrhoeae yang merupakan bakteri penyebab penyakit menular seksual gonore.

Hampir sebagian besar kasus penyakit gonore ataupun kencing nanah ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui aktifitas seksual seperti seks vaginal, anal maupun oral yang dilakukan dengan banyak pasangan.

Gejala Gonore yang Sering Ditimbulkan
Pada umumnya gejala gonore biasanya terjadi dalam dua hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi gonore. Namun, beberapa orang yang terinfeksi gonore tidak pernah mengalami gejala yang nyata.

Baca Juga: Ciri-Ciri Gonore Lengkap

Penting untuk diingat bahwa seseorang dengan kencing nanah yang tidak memiliki gejala gonore juga disebut nonsimtomatik dan tentunya masih menular. Seseorang lebih mungkin menyebarkan infeksi ke pasangan lain ketika mereka tidak memiliki gejala yang nyata.

Gejala Gonore Pada pria

Pria mungkin tidak mengalami gejala yang nyata selama beberapa minggu dan beberapa pria mungkin tidak pernah mengalami gejala, namun biasanya, infeksi mulai menunjukkan gejala seminggu setelah penularannya dan berikut di bawah ini adalah gejala-gejalanya:

- Gejala nyata pertama pada pria adalah sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil

- Frekuensi yang lebih besar atau urgensi buang air kecil

- Keluar cairan mirip nanah (putih, kuning, krem, atau kehijauan) dari Mr P

- Membengkak atau kemerahan pada pembukaan Mr P

- Buah zakar membengkak

- Sakit tenggorokan yang terus menerus

Gejala Gonore Pada Wanita

Tahukah Anda bahwa banyak wanita tidak mengalami gejala gonore yang jelas. Ketika wanita mengalami gejala, mereka cenderung ringan atau mirip dengan infeksi lain, membuat mereka lebih sulit untuk diidentifikasi dan infeksi gonorea dapat muncul seperti ragi vagina umum atau infeksi bakteri dan gejala-gejala tersebut seperti:

- Keluar cairan abnormal dari vagina (berair, krem, atau sedikit hijau)

- Timbul rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil

- Sering buang air kecil

- Periode lebih berat atau bercak

- Sakit pada tenggorokan

- Sakit saat melakukan hubungan seksual

- Nyeri tajam di perut bagian bawah dan mengalami demam

konsultasi dengan dokter

 

 

4. Chlamydia Trachomatis
Bakteri penyebab keputihan tidak normal yang selanjutnya disebabkan oleh adanya bakteri Chlamydia Trachomatis yang umumnya akan menyebabkan Chlamydia yang merupakan salah satu infeksi menular seksual  yang umumnya ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui aktifitas seksual.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa Chlamydia dapat menginfeksi Mr P, Miss V, leher rahim, anus, uretra, mata, dan tenggorokan.

Baca Juga: Akibat Keputihan Berlebihan

Namun, sayangnya kebanyakan orang dengan bakteri penyebab keputihan tidak Chlamydia tidak memiliki gejala dan merasa baik-baik saja, sehingga mereka mungkin tidak tahu bahwa mereka sudah terinfeksi dan secara tidak sengaja telah menularkannya pada pasangan seksnya.

Gejala-Gejala Chlamydia yang Sering Timbul

Tahukah Anda bahwa bakteri penyebab keputihan tidak normal Chlamydia Trachomatis bisa licik, karena seseorang mungkin tidak akan memiliki gejala apa pun yang dapat Anda lihat atau rasakan.

Kadang-kadang tanda-tanda maupun gejala Chlamydia begitu ringan sehingga orang-orang tidak memperhatikannya, atau mereka salah mengira gejala-gejala untuk hal lain.
Jika Anda memiliki gejala Chlamydia, mereka dapat terjadi setelah beberapa minggu setelah Anda mendapat infeksi muncul. Gejala klamidia dapat muncul pada pria dan wanita, termasuk:

- Sakit atau terbakar saat buang air kecil

- Nyeri saat berhubungan seks

- Sakit perut bagian bawah

- Keputihan yang abnormal (mungkin kekuningan dan memiliki bau yang kuat)

- Perdarahan antar periode

- Testis membengkak

- Perdarahan di sekitar anus

- Jika Chlamydia menginfeksi mata mungkin akan mengakibatkan mata kemerahan, gatal, atau keluar cairan. Kadang-kadang infeksi klamidia di tenggorokan menyebabkan nyeri, tetapi jarang terjadi.

Baca Juga: Apakah Normal Keputihan Setelah Berhubungan Intim?

Ingat, kebanyakan orang tidak menunjukkan tanda sama sekali ketika mereka memiliki klamidia. Itulah sebabnya satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda memiliki klamidia adalah dengan melakukan pemeriksaan langsung di Klinik Utama Gracia.

Bagaimanakah Cara Mengatasi Bakteri Penyebab Keputihan Tidak Normal?

Jika Anda merupakan seorang wanita yang merasa memiliki salah satu gejala yang disebabkan oleh adanya bakteri penyebab keputihan tidak normal maka ada baiknya untuk segera mengatasi permasalahan tersebut di Klinik Utama Gracia yang merupakan salah satu Klinik spesialis ginekologi, andrologi dan penyakit kelamin terbaik dibidang nya.

Selain itu ada baiknya untuk segera mengatasi permasalahan tersebut lebih awal saat Anda menderita salah satu gejala keputihan tidak normal, karena Trichomoniasis, gonore, dan Chlamydia adalah contoh penyakit menular seksual (PMS) yang sangat berbahaya dan memerlukan pengobatan dari dokter spesialis penyakit kelamin di Klinik Utama Gracia.

Dan sangat penting bagi pasangan seks Anda untuk memeriksakan dan melakukan pengobatan juga bersamaan dengan Anda, karena dikhawatirkan pasangan seks Anda terinfeksi juga dan hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Nah, itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai bakteri penyebab keputihan tidak normal beserta dengan gejalanya dan jika misalkan Anda merasa memiliki salah satu gejala keputihan tidak normal, maka serahkan kondisi tersebut kepada Kami di Klinik Utama Gracia dan Anda tak perlu khawatir karena Kami memiliki dokter spesialis penyakit kelamin, spesialis ginekologi maupun Andrologi yang didukung dengan medis yang moderen.

Dan Anda juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi online gratis dengan mengklik tombol chat online di bawah ini dan semoga saja artikel mengenai bakteri penyebab keputihan tidak normal dapat menambah wawasan Anda.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan