• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Apa Saja Fungsi Epididimis?

Apa Saja Fungsi Epididimis?
Nilai Rata-rata: 7.5 / 10 (2 orang penilai )

fungsi epididimis

 

Epididimis adalah saluran panjang yang berkelok-kelok yang keluar dari testis. Epididimis terletak dekat dengan testis dan dikelilingi oleh suatu lipatan dari tunika vaginalis. Jumlah dari epididimis yaitu sepasang yaitu sebelah kanan dan kiri. Fungsi epididimis adalah sebagai tempat penyimpanan sementara sperma hingga sperma menjadi matang dan dapat bergerak ke vas deferens.

Sperma yang berada pada epididimis selama 1 sampai 3 minggu dan selama waktu tersebut terjadi perubahan dalam penampilan, ukuran besarnya, kemampuan gerak, membran, daya tembus, kepekaan terhadap suhu, dan juga fungsi metabolisme. Fungsi epididimis dalam menunjang mematangkan sperma tergantung pada androgen, dan juga sel epitel torak utama yang melapisi epididimis membutuhkan androgen untuk memelihara bentuk dan juga fungsi sekresi serta absorpsi.

Fungsi Epididimis

Transportasi

Fungsi epididimis yang pertama yaitu untuk mengangkut spermatozoa. Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap gerakan spermatozoa melalui epididimis. Salah satu faktornya adalah tekanan dari produksi spermatozoa. Spermatozoa diproduksi dalam tubulus seminiferous, dimana spermatozoa dipaksa untuk keluar melalui rete testis dan vasa efferentia ke epididimis.

Lapisan epididimis berisi beberapa sel epitel bersilia, tetapi peran dari bersilia ini dalam pergerakan spermatozoa dibantu dengan ejakulasi. Selama ejakulasi, kontraksi peristaltik yang melibatkan lapisan otot polos epididimis dan juga tekanan negatif.

konsultasi dengan dokter

Konsentrasi

Fungsi epididimis yang kedua adalah konsentrasi. Spermatozoa masuk ke dalam epididimis dari testis berkonsentrasi relatif sekitar 100 juta spermatozoa/ml. Kemudian pada epididimis konsentrasi menjadi meningkat sekitar 4 kali 109 (4 miliar) spermatozoa per ml. Konsentrasi terjadi sebagai cairan, yang bisa menangguhkan spermatozoa pada testis, yang diserap oleh sel epitel dari epididimis. Penyerapan cairan ini terutama di ujung proksimal dari korpus dan di caput.

Penyimpanan

Salah satu fungsi epididimis adalah untuk penyimpanan spermatozoa. Kebanyakan spermatozoa disimpan pada cauda epididimis dari mana spermatozoa terkonsentrasi yang di kemas dalam epididimis lumen. Kondisi yang optimal dalam cauda dibutuhkan untuk kelangsungan hidup spermatozoa selama penyimpanan. Viskositas tinggi, konsentrasi karbon dioksida tinggi, pH rendah, pengaruh testosteron, rasio kalium-natrium tinggi dan kemungkinan kombinasi beberapa faktor lainnya berkontribusi pada tingkat metabolisme rendah dan memperpanjang daya hidup.

Maturasi (Pematangan Spermatozoa)

Fungsi epididimis yang terakhir adalah untuk pematangan spermatozoa. Ketika spermatozoa yang baru dibentuk masuk ke dalam caput dari vasa efferentia, maka spermatozoa tidak mempunyai kemampuan motilitas ataupun kesuburan. Ketika spermatozoa melewati epididimis maka ia akan memperoleh kemampuan menjadi motil dan subur. Apabila cauda yang diikat di setiap akhir, maka spermatozoa paling dekat dengan corpus meningkat kesuburannya sampai 25 hari.

Selama periode yang sama, spermatozoa yang dekat dengan vasa deferens akan berkurang kemampuan kesuburannya. Oleh sebab itu, terlihat bahwa kemampuan spermatozoa menjadi subur di cauda dan lalu menjadi matang, namun akan menurun kesuburannya jika tidak dikeluarkan.  Selama berada pada epididimis, spermatozoa kehilangan droplet sitoplasma yang terbentuk pada leher masing-masing spermatozoa.

Droplet sitoplasma dapat digunakan sebagai indikator kematangan spermatozoa di dalam epididimis. Apabila presentasi yang tinggi dari spermatozoa segar yang diejakulasikan dan memiliki droplet sitoplasma, maka bisa dianggap spermatozoa tersebut belum matang dan mempunyai kapasitas kesuburan rendah.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan