web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Apa Saja Gejala-Gejala Keputihan Yang Dapat Dialami Wanita

Apa Saja Gejala-Gejala Keputihan Yang Dapat Dialami Wanita
Nilai Rata-rata: 9.0 / 10 (2 orang penilai )



Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina yang dapat terjadi secara normal atau tidak normal (abnormal). Gejala-gejala keputihan termasuk adanya rasa gatal, seperti terbakar, iritasi, kemerahan dan terkadang rasa sakit saat kencing dan saat berhubungan seksual. Kemungkinan disebabkan oleh radang vagina (vaginitis) yang kemungkinan disebabkan oleh infeksi.

Area genital (vulva) adalah area sekitar pembukaan vagina yang kemungkinan juga meradang. Tergantung pada penyebab keputihan dan gejala lainnya yang juga akan muncul. Keputihan adalah bagian normal dari sistem pembersihan tubuh wanita. Dirancang untuk menyiram sel-sel mati dan melindungi vagina dari infeksi. Pada kebanyakan keputihan mengandung sekresi dari kelenjar di vagina dan di serviks (leher rahim).  Biasanya warnanya akan terlihat jelas seperti putih susu. Dalam keadaan normal, cairan keputihan seharusnya tidak mengiritasi vulva atau vagina, dan tidak memiliki bau yang tidak menyenangkan.

Pengertian Keputihan Pada Umumnya

Keputihan dapat terjadi akibat perubahan normal dalam kadar hormon estrogen. Ketika tingkatnya tinggi, hormon estrogen merangsang serviks (leher rahim) untuk menghasilkan sekresi (lendir) dan sejumlah lendir kecil yang dapat dibuang dari vagina. Tingkat hormon estrogen tinggi dalam situasi sebagai berikut :

• Selama siklus menstruasi beberapa hari sebelum sel telur dilepaskan.
• Pada bayi yang baru lahir selama 1 minggu atau 2 minggu setelah lahir karena dapat menyerap hormon estrogen dari ibunya sebelum kelahirannya.
• Beberapa bulan sebelum seorang anak perempuan menstruasi untuk yang pertama kalinya.
• Selama masa kehamilan.
• Wanita yang mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen atau yang meningkatkan produksi hormon estrogen (seperti beberapa obat-obatan untuk kesuburan).

Keputihan normal tidak memiliki bau. Dan biasanya berwarna putih susu atau tipis dan bening. Selama 1 tahun subur, jumlah dan penampakannya dapat bervariasi selama siklus menstruasi. Misalnya ditengah-tengah siklus ketika telur dilepaskan (pada ovulasi), serviks (leher rahim) menghasilkan lebih banyak lendir dan lebih tipis. Kehamilan, penggunaan pil KB (kontrasepsi oral) dan gairah seksual juga mempengaruhi jumlah dan penampilan debit. Setelah menopause, tingkat hormon estrogen menurun, dan mengurangi jumlah debit yang normal.

Baca Juga : Keputihan Berlebih Setiap Hari Pada Wanita Normal Atau Tidak?

konsultasi dengan dokter

Apa Yang Menyebabkan Keputihan Pada Wanita?

Perubahan keseimbangan lingkungan vagina karena infeksi, fluktuasi hormonal, obat-obatan atau iritasi lingkungan dapat menyebabkan perubahan pada debitnya. Keputihan yang tidak normal (abnormal) kemungkinan disebabkan oleh :

• Infeksi jamur vagina.
• Vaginosis bakterial yang merupakan pertumbuhan berlebih dari bakteri normal yang hidup di vagina.
• Infeksi menular seksual (IMS) termasuk klamidia, gonore (kencing nanah) dan trikomoniasis.
• Diabetes (kencing manis).
• Kanker serviks (leher rahim).
• Penyakit radang panggul (PID).
• Menopause dan kadar hormon estrogen rendah yang dapat menyebabkan kekeringan vagina.
• Pil KB (kontrasepsi oral).
• Antibiotik atau penggunaan steroid.
• Zat kimia yang ditemukan didalam detergen, pelembut pakaian, salep, krim, douche dan busa atau jeli dari kontrasepsi yang dapat mengiritasi vagina atau kulit di sekitar vagina.

Gejala Keputihan Yang Mengkhawatirkan Dan Harus Dihindari

Gejala-gejala keputihan pada vagina bisa menjadi ketidaknyamanan dan sangat memalukan untuk dibicarakan. Pada kebanyakan wanita dapat menyimpulkan gejala-gejala keputihan atau masalahnya dengan infeksi dan segera konsultasikan dengan dokter. Gejala-gejala keputihan muncul dalam berbagai warna dan konsistensinya. Cara normal untuk menjaga kebersihan area vagina dan agar tetap sehat akan tetapi tetap bisa melakukan hubungan seksual dengan infeksi dan kondisi lain yang membutuhkan perawatan medis.

Sebagian besar wanita akan mengalami keputihan secara rutin, meskipun jumlahnya bisa sangat bervariasi. Beberapa orang dapat mengalaminya setiap hari dan yang lainnya hanya sesekali. Untuk sebagian besar, keputihan akan terlihat jelas atau berwarna putih dan bervariasi juga, terutama selama kehamilan atau saat menstruasi. Beberapa gejala keputihan yang berkaitan termasuk :

• Adanya bau busuk.
• Terasa gatal.
• Terasa sakit.
• Terjadi pembengkakan.
• Iritasi atau kemerahan.
• Konsistensi atau tekstur yang sangat tebal seperti keju.
• Keputihan dengan busa.
• Keputihan dengan warna hijau atau kuning.
• Merasa ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.
• Kesulitan saat kencing.

Inilah gejala-gejala keputihan yang bisa membuat semua wanita merasa khawatir, segera lakukan konsultasi dengan dokter dan lakukan pemeriksaan.

Keputihan Dan Cara Mendiagnosisnya

Dokter akan mengambil sampel cairan untuk dilakukan tes atau pengujian lebih lanjut. Atau dengan melakukan pengobatan jika gejalanya menunjukkan adanya infeksi tertentu.

Dokter juga biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk membantu menentukan penyebab dari gejala keputihan yang Anda alami. Pertanyaan seperti mengkonsumsi antibiotik apa baru-baru ini, gaya hidup, serta aktifitas seksual Anda. Setelah mengetahui penyebab pasti gejala keputihan yang Anda alami, barulah dokter akan melakukan tindakan penanganan yang tepat sesuai penyebab dan gejala yang dialami.

Penanganan Khusus Mengenai Keputihan Abnormal

Kondisi yang mendasarinya diperbaiki atau diobati jika memungkinkan misalnya vaginosis bakterial diobati dengan antibiotik. Beberapa tindakan umum dapat membantu meringankan gejala-gejala keputihan meskipun tidak menghilangkan infeksi. Infeksi yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda.

Pemilihan pengobatan dapat bervariasi karena berbagai penyebab. Dalam beberapa kasus, keputihan dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi jika kondisinya memburuk atau berubah, maka perlu memerlukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter. Dalam kasus peradangan atau infeksi, dokter kemungkinan akan meresepkan obat-obatan untuk mengurangi gejala keputihan dan membunuh bakteri atau menenangkan jaringan.

Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan bakteri resisten antibiotik dalam tubuh dan juga mengganggu keseimbangan bakteri baik dan buruk. Pengobatan konvensional keputihan tidak dapat diperbaiki ketidakseimbangan hormonnya yang merupakan salah satu penyebab utama dari keputihan.

Keputihan tidak bekerja dengan sistem kekebalan dan untuk menjaga kekambuhan adalah membunuh bakteri pada sistem kekebalan tubuhnya. Pengobatan untuk menjaga keseimbangan hormonal dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi infeksi. Obat-obatan dapat membantu mengendalikan infeksi dan meringankan keluhan yang mengganggu.

Klinik Utama Gracia hadir untuk menangani permasalahan keputihan yang Anda alami. Anda tidak usah khawatir dan merasa bingung ketika ingin melakukan pengobatan keputihan yang mengganggu aktifitas Anda. Hanya dengan menghubungi nomor 081336361555 dan melakukan konsultasi via chat dengan dokter seperti dibawah ini.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Yang Berlebih

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan