web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Apakah Gejala Vulvitis Bisa Dicegah?

Apakah Gejala Vulvitis Bisa Dicegah?
Nilai Rata-rata: 8.0 / 10 (1 orang penilai )



Vulvitis adalah peradangan vulva atau lipatan kulit di luar vagina. Ini bukan suatu kondisi, melainkan gejala vulvitis yang dihasilkan dari sejumlah penyakit, infeksi, cedera, alergi dan iritasi lainnya. Mendiagnosis dan mengobati kondisi ini dapat membuat frustasi karena seringkali sangat sulit untuk menentukan penyebab spesifik iritasinya.

Vulvitis adalah peradangan pada vulva. Vulva adalah bagian luar dari sistem reproduksi wanita biasanya disebut juga genitalia eksternal. Labia majora dan labia minora adalah 2 lipatan kulit yang merupakan bagian dari vulva. Lipatan luar yang disebut labia majora. Dan lipatan bagian dalam disebut labia minora.

Vulvitis Pada Umumnya

Vulvitis adalah kondisi gejala yang bisa dihasilkan dari berbagai penyakit. Termasuk infeksi, cedera, alergi atau iritasi. Karena dapat menjadi tantangan untuk menemukan penyebab yang tepat, dengan mendiagnosis dan mengobati kondisi ini maka dapat menjadi sangat sulit. Vulva mengacu pada lipatan kulit di bagian luar vagina. Ketika menjadi meradang atau menjengkelkan yang disebut vulvitis.

Vulvitis Dan Kondisi Yang Menyebabkannya

Vulvitis menyebabkan gejala seperti kemerahan, bengkak, rasa gatal dan nyeri. Kondisi ini bisa disebabkan karena penyakit, infeksi, luka, alergi dan iritasi lainnya. Seringkali sangat sulit untuk menemukan penyebab spesifik vulvitis. Vulvitis dapat disebabkan oleh kulit yang bereaksi terhadap iritasi. Beberapa diantaranya termasuk :

• Kertas toilet beraroma atau berwarna.
• Sabun mandi yang beraroma tajam.
• Deterjen cuci terutama yang diaktifkan enzim.
• Spray vagina dan deodoran.
• Spermisida.
• Kondom.
• Kontrasepsi, busa dan pelumas.
• Tampon atau bantalan.
• Obat-obatan antibakteri atau anti jamur.
• Obat-obatan kutil kelamin.
• Douching.
• Pemandian air panas atau kolam renang.
• Menunggang kuda.
• Infeksi dari kutu kemaluan atau tungau (kudis).
• Infeksi seperti trikomoniasis, herpes, sipilis (raja singa), Human Papilloma Virus (HPV), Mulloscum Contagiosum dan infeksi jamur.
• Masalah kulit seperti psoriasis.
• Penyakit Crohn.

Vulvitis dapat terjadi pada wanita pada usia berapapun. Kemungkinan penyebabnya adalah :

• Masalah kulit seperti eksim, seborrhea, sporiasis atau dermatitis kronis.
• Alergi atau iritasi dari bahan kimia seperti spermisida, sabun, busa atau produk lainnya.
• Infeksi yang disebabkan oleh kudis, tungau, kutu, ragi, bakteri atau virus seperti herpes.
• Vulvar dystrophy yang merupakan perubahan pada kulit vulva.

Baca Juga : Vaginitis Adalah Penyakit Umum Atau Berbahaya Bagi Wanita

konsultasi dengan dokter

Hindari Gejala Vulvitis Sejak Dini

Gejala vulvitis yang paling umum yaitu setiap remaja dapat mengalami gejala vulvitis yang berbeda. Gejala vulvitis ini kemungkinan termasuk :

• Kemerahan dan pembengkakan di labia dan bagian lain dari vulva.
• Terasa sakit dan gatal yang parah.
• Adanya lepuhan yang berisi cairan yang muncul ketika vulva sangat teriritasi.
• Patch yang nyeri, bersisik, tebal atau keputihan. Sangat umum pada vulvitis kronis pada vulva.
• Rasa terbakar dan menyengat.
• Adanya perubahan pada keputihan.
• Terasa sakit.
• Penebalan atau retakan kecil di kulit sekitar vagina.
• Perubahan pada keputihan.

Gejala vulvitis dapat menyerupai kondisi lain atau masalah medis lain. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui diagnosisnya. Pada remaja akan lebih berisiko terkena vulvitis jika memiliki alergi, kepekaan, infeksi atau penyakit tertentu yang dapat menyebabkan vulvitis. Namun pada remaja yang belum mencapai pubertas dan pada wanita yang telah menopause akan lebih berisiko mengalami gejala vulvitis. Dan kemungkinan karena hormon estrogen yang lebih rendah. Gejala vulvitis bisa seperti kondisi kesehatan lainnya. Pastikan untuk mengkonsultasikan dan memeriksakannya dengan dokter agar segera didiagnosis.

Saat Vulvitis Didiagnosis

Dokter akan menanyakan mengenai gejala vulvitis dan riwayat kesehatan Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik ini kemungkinan termasuk pemeriksaan panggul. Setiap orang juga kemungkinan memiliki tes atau pengujian seperti :

• Tes atau pengujian darah.
• Tes atau pengujian urine.
• Tes atau pengujian infeksi menular seksual (IMS).
• Potongan kecil jaringan vulva untuk tes atau pengujian (biopsi).

Selain riwayat medis yang lengkap dan pemeriksaan fisik serta panggul (pelvic), prosedur diagnostik untuk vulvitis kemungkinan juga termasuk :

• Tes atau pengujian darah.
• Urinaliis.
• Tes atau pengujian untuk penyakit menular seksual (PMS) atau penyakit kelamin (STD).
• Biopsi atau pengambilan sel jaringan kecil untuk dilakukan pengujian.
• Tes atau pengujian mikroba.
• Pemeriksaan panggul (pelvic).

Obati Vulvitis Sebelum Parah

Pengobatan untuk vulvitis tergantung pada penyebabnya. Jika infeksinya adalah penyebabnya, kemungkinan diobati dengan obat-obatan yang di masukkan ke vulva atau ke dalam vagina. Atau kemungkinan diobati dengan suntikan. Untuk mencegah infeksi ulang atau penyebaran infeksi, maka pasangan Anda kemungkinan memerlukan pengobatan juga.

Jika vulvitis disebabkan oleh produk yang mengiritasi vulva, biasanya akan hilang ketika berhenti menggunakan produk tersebut. Beberapa iritasi diobati dengan steroid atau pengobatan hormon lainnya. Dokter kemungkinan akan menyarankan untuk berhenti melakukan hubungan seksual sampai penyakit Anda sembuh.

Tergantung pada penyeabb vulvitis, vulvitis akan sembuh dalam beberapa hari dengan pengobatan atau kemungkinan memerlukan beberapa minggu agar kondisinya sembuh. Dalam beberapa kasus, vulvitis bisa menjadi kondisi jangka panjang dan tidak kunjung sembuh bahkan dengan pengobatan. Itu juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya dan penyebabnya. Pengobatannya kemungkinan termasuk :

• Pengobatan untuk menenangkan rasa gatal.
• Pengobatan untuk menenangkan kulit yang teriritasi.
• Pengobatan steroid atau antijamur untuk mengobati infeksi.
• Pengobatan oral untuk mengobati infeksi atau penyebab lainnya.

Hindari kontak dengan iritasi yang kemungkinan akan menyebabkan masalah. Konsultasikan dengan dokter mengenai risiko, manfaat dan kemungkinan efek samping dari semua obat-obatan. Penanganan khusus untuk vulvitis akan ditentukan oleh dokter berdasarkan :

• Usia, kesehatan secara keseluruhan dan riwayat medis.
• Keparahan gejala.
• Penyebab kondisinya.
• Pemahaman untuk obat-obatan, prosedur atau terapi tertentu.

Segera lakukan perawatan vulvitis di Klinik Utama Gracia. Sangat berguna untuk mencegah gejala yang akan terjadi, dan meringankan tingkat keparahannya. Klinik Utama Gracia dilengkapi dengan perawatan medis yang canggih dan modern. Tidak kalah baik dengan melakukan pengobatan di klinik lain. Klinik terbaik yang menangani permasalahan vulvitis. Hubungi nomor 081336361555 untuk informasi lebih lanjut atau dengan meng klik layanan chat online dibawah ini.

Baca Juga : Keputihan Pemicu Vaginitis - Gejala & Penyebab Vaginitis

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan