web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Apakah Sistitis Pada Wanita Berbahaya?

Apakah Sistitis Pada Wanita Berbahaya?
Nilai Rata-rata: 7.6 / 10 (5 orang penilai )



Sistitis pada wanita adalah infeksi kandung kemih atau infeksi bakteri dalam urine. Ini adalah jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang paling umum terutama pada wanita. Kandung kemih yang menyimpan urine dari ginjal. Urine meninggalkan tubuh melalui tabung yang disebut uretra. Sistitis pada wanita terjadi ketika bakteri melakukan perjalanan ke uretra, menginfeksi urine dan lapisan kandung kemih.

Pada kebanyakan wanita akan mengalami sistitis 1 kali di dalam hidupnya. Terasa menyakitkan dan menjengkelkan, infeksi ini dapat ditularkan ke pasangan seksual saat berhubungan seksual. Jika tidak segera diobati, infeksi ini dapat lebih dalam ke sistem urine dari kandung kemih dan mencapai ginjal. Infeksi ginjal serius dan memerlukan pengobatan medis sesegera mungkin karena dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau bahkan gagal ginjal.

Apa Penjelasan Mengenai Sistitis?

Sistitis pada wanita adalah radang kandung kemih yang biasanya disebabkan oleh infeksi kandung kemih. Ini adalah jenis umum ISK terutama pada wanita dan biasanya merupakan gangguan daripada penyebab kekhawatiran serius. Sistitis pada wanita juga dapat menyebabkan infeksi ginjal yang lebih serius dalam beberapa kasus. Oleh karena itu sangat penting mencari pengobatan jika gejalanya tidak membaik.

Baca Juga : Penyebab Dan Gejala Sistitis Pada Pria Dan Wanita

konsultasi dengan dokter

Apa Salah Satu Penyebab Sistitis?

Bakteri yang paling umum yang menyebabkan ISK adalah Eschericia Coli (E. Coli). Bakteri ini sering ditemukan ketika urine diperiksa dibawah mikroskop atau disebut kultur urine. E. coli umumnya ditemukan di saluran percernaan dan usus. Dalam kondisi yang normal tidak berbahaya. Namun E. Coli tumbuh subur di area kandung kemih.

Dimana dapat menggandakan dan menggelembungkan lapisan kandung kemih. Sebagian besar kasus ini terjadi ketika bakteri yang hidup tidak berbahaya di susu atau di kulit masuk ke kandung kemih melalui uretra (tabung yang membawa urine keluar dari tubuh). Beberapa hal dapat meningkatkan risiko termasuk :

• Berhubungan seksual.
• Usap pantat dari belakang ke area depan setelah kencing atau BAB.
• Terpasang kateter urine (tabung tipis yang dimasukkan ke dalam uretra untuk mengalirkan kandung kemih.
• Sedang hamil.
• Pengguna diafragma untuk kontrasepsi.
• Menderita diabetes (kencing manis).
• Kekebalan tubuh yang lemah.

Seorang wanita kemungkinan lebih sering terkena sistitis daripada pria karena anus lebih dekat dengan uretra dan uretra lebih pendek. Oleh karena itu bakteri dapat masuk ke kandung kemih dengan lebih mudah.

Inilah Gejala Sistitis Pada Wanita

Gejala sistitis pada wanita bisa ringan bisa juga berat, gejalanya meliputi :

• Sering ingin kencing yang hanya beberapa tetes.
• Rasa sakit yang membakar atau sensasi panas saat kencing.
• Urine yang berbau kuat.
• Urine keruh atau berdarah.
• Nyeri di perut bagian bawah.
• Adanya darah di dalam urine.
• Urine yang gelap dan berawan.
• Terasa pegal, sakit dan lelah.

Gejala sistitis yang kemungkinan terjadi pada anak kecil termasuk :

• Sakit di perut.
• Kencing yang sering.
• Demam.
• Lekas marah.
• Nafsu makan berkurang dan muntah.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Sistitis Pada Wanita?

Untuk mendiagnosis sistitis konsultasikan dengan dokter. Gejalanya biasanya dengan adanya darah didalam urine (hematuria), demam atau rasa sakit. Jika sedang hamil dan memiliki gejala sistitis segera konsultasikan dengan dokter. Sistitis dapat didiagnosis dari gejalanya. Atau dengan tes atau menguji sampel urine untuk menemukan bakteri untuk membantu memastikan diagnosis.

Obati Sistitis Sejak Awal Terjadi

Gejala awal sistitis biasanya berupa perasaan tegang yang samar saat kencing. Untuk mengobatinya dengan cara mengkonsumsi air mineral dengan jumlah yang banyak. Konsultasikan dengan dokter dan lakukan tes atau pengujian untuk didiagnosis agar pengobatan dapat dilakukan dengan tepat. Usahakan hindari makanan atau minuman yang asam karena dapat memunculkan efek urine dan dapat memperparah rasa terbakar saat kencing.

Dokter akan melakukan tes atau pengujian urine untuk memeriksa mikroorganisme yang ada. Sistitis dapat diobati dengan pengobatan antibiotik. Gejala sistitis yang teratur atau berat adalah gangguan mendasar seperti batu ginjal atau infeksi ginjal bisa menjadi pemicunya. Pengobatan sistitis ini bisa ditangani di Klinik Utama Gracia. Dengan kontak 085714263063 atau konsultasi online dibawah ini.

Baca Juga : Tanda Dan Gejala Sistitis Pada Wanita

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan