• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Disfungsi seksual menunjukkan adanya gangguan pada salah satu atau lebih aspek fungsi seksual. Disfungsi seksual adalah ketidakmampuan untuk menikmati secara penuh hubungan seks. karena terjadi gangguan pada salah satu atau lebih dari keseluruhan siklus respons seksual yang normal. 

Macam-Macam Disfungsi Seksual

1. Gangguan Dorongan Seksual (GDS)
Gangguan disfungsi seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hormon testosteron, kesehatan tubuh, faktor psikis dan pengalaman seksual sebelumnya yang menyebabkan gangguan disfungsi seksual berupa:
- Dorongan seksual hipoaktif, yaitu berkurang atau hilangnya fantasi seksual dan dorongan secara persisten atau berulang yang menyebabkan gangguan yang nyata atau kesulitan interpersonal.
- Gangguan eversi seksual, Timbul perasaaan takut pada semua bentuk aktivitas seksual sehingga menimbulkan gangguan.

Pada usia 40-60 tahun, dorongan seksual hipoaktif merupakan keluhan terbanyak. Pada dasarnya GDS disebabkan oleh faktor fisik dan psikis, antara lain adalah kejemuan, perasaan bersalah, stres yang berkepanjangan, dan pengalaman seksual yang tidak menyenangkan

2. Gangguan ereksi (Disfungsi Ereksi)
Disfungsi ereksi (DE) berarti ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual dengan baik.

Disfungsi ereksi disebut primer bila sejak semula ereksi yang cukup unutuk melakukan hubungan seksual tidak pernah tercapai. Sedang disfungsi ereksi sekunder berarti sebelumnya pernah berhasil melakukan hubungan seksual, tetapi kemudian gagal karena sesuatu sebab yang mengganggu ereksinya.

Pada dasarnya DE dapat disebabkan oleh faktor fisik dan faktor psikis. Penyebab fisik dapat dikelompokkan menjadi faktor hormonal, faktor vaskulogenik, faktor neurogenik, dan faktor iatrogenik

Faktor psikis meliputi semua faktor yang menghambat reaksi seksual terhadap rangsangan seksual yang diterima. Walaupun penyebab dasarnya adalah faktor fisik, faktor psikis hampir selalu muncul dan menyertainya

3. Gangguan Ejakulasi (Ejakulasi Dini)
a. Ejakulasi dini
Ejakulasi dini (ED) merupakan ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sampai pasangannnya mencapai orgasme. Untuk menentukan seorang pria mengalami ejakulasi dini harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : ejakulasi terjadi dalam waktu cepat, tidak dapat dikontrol, tidak dikehendaki oleh yang bersangkutan, serta mengganggu yang bersangkutan dan atau pasangannya

Ejakulasi dini merupakan disfungsi seksual terbanyak yang dijumpai. Ada beberapa teori penyebab Ejakulasi dini, yang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu penyebab psikis dan penyebab fisik. Penyebab fisik berkaitan dengan serotonin. Pria dengan 5-HT rendah mempunyai ejaculatory threshold yang rendah sehingga cepat mengalami ejakulasi. Penyebab psikis ialah kebiasaan ingin mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sehingga terjadinya ED

b. Ejakulasi terhambat
pria yang mengalami ejakulasi terhambat (ET) justru tidak dapat mengalami ejakulasi di dalam vagina. Tetapi pada umumnya pria dengan ET dapat mengalami ejakulasi dengan cara lain, misalnya masturbasi dan oral seks, tetapi sebagian tetap tidak dapat mencapai ejakulasi dengan cara apapun.

Ejakulasi terhambat disebabkan oleh faktor psikis, misalnya fanatisme agama sejak masa kecil yang menganggap kelamin wanita adalah sesuatu yang kotor, takut terjadi kehamilan, dan trauma psikoseksual yang pernah dialami.

4. Disfungsi orgasme

Yaitu terhambatnya atau tidak tercapainya orgasme yang bersifat persisten atau berulang setelah memasuki fase rangsangan (excitement phase) selama melakukan aktivitas seksual.

Hambatan orgasme dapat disebabkan oleh penyebab fisik yaitu penyakit SSP seperti multiple sklerosis, parkinson, dan lumbal sympathectomy. Penyebab psikis yaitu kecemasan, perasaan takut menghamili, dan kejemuan terhadap pasangan. Pria yang mengalami hambatan orgasme tetap dapat ereksi dan ejakulasi, tapi sensasi erotiknya tidak dirasakan.

5. Dispareunia

Dispareunia berarti hubungan seksual yang menimbulkan rasa sakit pada kelamin atau sekitar kelamin. Penyebab dispareunia ini adalah infeksi pada kelamin. Terjadi penularan infeksi melalui hubungan seksual yang terasa sakit itu. Pada pria,  dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau gangguan fisik berupa peradangan atau infeksi pada penis, buah pelir, saluran kencing, atau kelenjar prostat dan kelenjar kelamin lainnya.

Apa saja penyebab Disfungsi Seksual?

Disfungsi seksual dapat terjadi baik pada pria ataupun wanita yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikis.

a. Faktor Fisik

Bagian tubuh yang sedang terganggu dapat menyebabkan disfungsi seksual.

Berikut beberapa faktor fisik yang menyebabkan disfungsi seksual:
1. Gangguan vaskuler pembuluh darah, misalnya gangguan arteri koronaria.
2. Penyakit sistemik, antara lain diabetes melitus, hipertensi (HTN), hiperlipidemia (kelebihan lemak darah).
3. Gangguan neurologis seperti pada penyakit stroke, multiple sklerosis.
4. Faktor neurogen yakni kerusakan sumsum belakang dan kerusakan saraf.
5. Gangguan hormonal, menurunnya testosteron dalam darah (hipogonadisme) dan hiperprolaktinemia.
6. Gangguan anatomi penis seperti penyakit peyronie (penis bengkok).
7. Faktor lain seperti prostatektomi, merokok, alkohol, dan obesitas.

Beberapa obat-obatan anti depresan dan psikotropika menurut penelitian juaga dapat mengakibatkan terjadinya disfungsi seksual, antara lain: barbiturat, benzodiazepin, selective serotonin seuptake inhibitors (SSRI), lithium, tricyclic antidepressant

b. Faktor Psikis

Faktor psikoseksual ialah semua faktor kejiwaan yang terganggu dalam diri penderita. Gangguan ini mencakup gangguan jiwa misalnya depresi, anxietas (kecemasan) yang menyebabkan disfungsi seksual. Pada orang yang masih muda, sebagian besar disfungsi seksual disebabkan faktor psikoseksual. Kondisi fisik terutama organ-organnya masih kuat dan normal sehingga jarang sekali menyebabkan terjadinya disfungsi seksual. Masalah psikis meliputi perasaan bersalah, trauma hubungan seksual, kurangnya pengetahuan tentang seks, dan keluarga tidak harmonis

Terapi Pengobatan Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual baik yang terjadi pada pria ataupun wanita dapat dapat mengganggu keharmonisan kehidupan seksual dan kualitas hidup, oleh karena itu perlu penatalaksanaan yang baik dan ilmiah. Terapi atau penanganan disfungsi seksual tidak mudah dilakukan, diperlukan diagnosa untuk mengetahui secara tepat etiologi dari disfungsi seksual yang terjadi, sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat pula.

Tahapan yang dilakukan untuk mendiagnosa disfungsi seksual pada pria dan wanita adalah:

a) Membuat diagnosa dari disfungsi seksual
b) Mencari etiologi dari disfungsi seksual tersebut
c) Pengobatan sesuai dengan etiologi disfungsi seksual
d) Pengobatan untuk memulihkan fungsi seksual, yang terdiri dari pengobatan bedah dan pengobatan non bedah (konseling seksual dan sex theraphy, obat-obatan, alat bantu seks, serta pelatihan jasmani).

Pasien dengan disfungsi seksual membutuhkan konseling seksual dan terapi, ntuk mendiagnosa masalah disfungsi seksual. Masalah disfungsi seksual melibatkan kedua belah pihak yaitu pria dan wanita, dimana masalah disfungsi seksual pada pria dapat menimbulkan disfungsi seksual ataupun stres pada wanita, begitu juga sebaliknya, maka perlu dilakukan dual sex theraphy.

Apa Saja Upaya Pencegahan Disfungsi Seksual?

Beberapa upaya berikut dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan disfungsi seksual pada pria antara lain:

1. Mengkonsumsi selai berry
Buah-buah dengan warna gelap seperti blackberry, bilberry, dan elderberry yang mengandung anthocyanin, antidioksidan yang tinggi yang bisa membantu dalam meningkatkan ereksi yang kuat. Anthocyanin dalam berry akan membantu membersihkan radikal bebas yang menjadi penyebab penyempitan arteri.
2. Berhenti merokok
Merokok menyebabkan terjadinya kerusakan pada pembuluh arteri yang meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi pada pria menjadi 2 kali lebih tinggi. Jika kebiasaan merokok dihetikan sejak dini maka kerusakan yang terjadi pada ereksi dapat diperbaiki.
3. Menghindari stres
Stres merupakan salah satu yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan psikis semua organ. Stres akan mengakibatkan tubuh melepaskan epinefrin yang merupakan salah satu jenis adrenalin yang bisa langsung menuju arteri dan kemudian menjadi lebih kacau. Stres jangka panjang akan menyebabkan terjadinya pergeseran arteri.
4. Makanlah coklat hitam
Coklat merupakan pengobatan ereksi yang mengandung epitachatechin, kandungn flavonoid yang memicu terjadinya pelebaran pada pembuluh darah. Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan menyebutkan bahwa mengkonsumsi kurang lebih 1 bar coklat hitam setiap harinya akan membantu dalam melebarkan pembuluh darah sekitar 10 persen.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan