• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Ejakulasi dini adalah ejakulasi tidak terkontrol baik sebelum atau sesaat setelah penetrasi seksual. Dengan kata lain ejakulasi terjadi sebelum seorang pria ingin hal itu terjadi. Ini dapat terjadi sebelum atau setelah mulai foreplay atau berhubungan. Beberapa pria mengalami banyak kesusahan pribadi karena kondisi ini. Ketika ejakulasi dini terjadi begitu sering sehingga mengganggu kenikmatan seksual dari pria atau pasangannya, itu menjadi masalah medis.

Beberapa faktor dapat berkontribusi untuk ejakulasi dini. Masalah psikologis seperti stres, depresi dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesehatan mental dan emosional dapat memperburuk kondisi ini. Namun, ada bukti yang berkembang bahwa faktor biologis dapat membuat beberapa orang lebih rentan untuk mengalami ejakulasi dini.

Hal ini terjadi dengan rangsangan seksual minimal dan sebelum orang keinginan. Ini dapat mengakibatkan tidak memuaskan seks bagi kedua pasangan. Hal ini dapat meningkatkan kecemasan yang mungkin menambah masalah. Ini adalah salah satu bentuk yang paling umum dari disfungsi seksual laki-laki. Ini mungkin telah mempengaruhi setiap orang di beberapa titik dalam hidupnya.

Gejala utama dari ejakulasi dini meliputi:

•    Ejakulasi yang rutin terjadi dengan rangsangan seksual sedikit dan dengan sedikit kontrol
•    Menurun kenikmatan seksual karena kontrol ejakulasi yang lemah
•    Perasaan bersalah, malu atau frustrasi

 

Beberapa kasus ejakulasi dini tidak memiliki penyebab yang jelas. Dengan pengalaman seksual dan usia, laki-laki sering belajar untuk menunda orgasme. Ejakulasi dini dapat terjadi dengan pasangan baru. Ini mungkin terjadi hanya dalam situasi seksual tertentu atau jika sudah lama sejak ejakulasi terakhir. Faktor psikologis seperti kecemasan, rasa bersalah, atau depresi juga dapat menyebabkan hal itu. Dalam beberapa kasus, hal itu mungkin berkaitan dengan penyebab medis seperti masalah hormonal, cedera, atau efek samping dari obat-obatan tertentu.

Beberapa alasan penyebab ejakulasi dini:
1. Faktor Gen
Keseluruhan sistem saraf dan organ-organ seksual di dalam tubuh memiliki tujuan utama ketika melakukan aktifitas seks, tujuan itu adalah reproduksi atau berkembang biak. Ejakulasi dini adalah fungsi tubuh yang bekerja sangat optimal menjalankan tujuan reproduksi tersebut. Gen di dalam tubuh ingin memastikan anda melakukannya dengan seefisien mungkin, membuat anda klimaks dengan cepat.

2. Masturbasi
Masturbasi yang salah menyebabkan anda menderita ejakulasi dini. Saat masih muda banyak pria yang melakukan masturbasi untuk mendapatkan kenikmatan orgasme dengan cepat. Melakukan masturbasi dengan terburu-buru menyebabkan respon saraf menjadi terbiasa bergerak cepat ketika menerima stimulasi seksual. Sehingga saat berhubungan intim dengan wanita, respon saraf bekerja cepat merespon rangsangan dan memerintahkan tubuh secepatnya klimaks.

3. Terlalu bergairah sebabkan ejakulasi dini
Gairah dan stimulasi seks yang terlalu banyak membuat anda tidak mampu mengontrol desakan ejakulasi yang terjadi.

4. Kurang Pengalaman
Resiko ini berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang respon seksual laki-laki dan perempuan, dan kebanyakan orang-orang ini memiliki masalah psikologis (seperti rasa takut, rasa bersalah, dan kecemasan) yang sangat tinggi ketika melakukan aktivitas seksual. Tidak mengetahui bagaimana proses terjadinya ejakulasi membuat banyak pria tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika berhubungan intim. Mereka merasa tertekan dan cemas saat berhubungan.

5. Sensitivitas
Beberapa pria memiliki tubuh yang sangat sensitif. Friksi atau gesekan yang terjadi saat berhubungan menimbulkan sensasi yang luar biasa yang menjadi penyebab terjadinya ejakulasi dini.

6. Kurangnya hormon serotonin
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa serotonin, sebuah zat alami yang dihasilkan saraf berperan aktif dalam proses ejakulasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa kadar serotonin yang tinggi di otak akan memperlambat waktu untuk ejakulasi, sementara kurangnya serotonin membuat seorang pria menderita ejakulasi dini.
Beberapa obat hipertensi dan anti depresan biasanya dapat meningkatkan kadar serotonin, itulah sebabnya banyak dokter yang memberi obat tersebut untuk menyembuhkan gangguan tersebut.

7. Menderita disfungsi ereksi (impoten)
Pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi mengalami kesulitan mendapatkan ereksi yang keras ketika berhubungan. Sadar akan situasinya membuat mereka melakukan seks dengan terburu-buru karena takut ereksi bisa hilang.
Tidak melakukan kontrol atau usaha mengendalikan ejakulasi membuat mereka mengalami orgasme dengan cepat.

8. Faktor perilaku
Dinamika interpersonal sangat berkontribusi terhadap fungsi seksual, dan ejakulasi dini dapat disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara pasangan, perasaan sakit hati, atau konflik yang belum diselesaikan yang mengganggu kemampuan untuk mencapai keintiman emosional.
Punya masalah dengan pasangan bisa membuat pria mengalami ejakulasi prematur. Ketika sedang ditekan atau merasa khawatir tentang kondisi hubungannya dengan pasangannya, maka hampir sepanjang waktu kinerja seksualnya bekerja dengan sangat tergesa-gesa, mengakibatkan ejakulasi yang terlalu cepat (dini).

9. Konsumsi obat tertentu
Obat-obat tertentu, seperti obat flu yang mengandung efedrin pseudo, juga menyebabkan ejakulasi dini. Dalam kasus ini, yang terbaik adalah berkonsultasi secara terbuka dengan dokter.

10. Penyakit fisik penyebab ejakulasi dini
Beberapa penyakit fisik, seperti infeksi prostat, juga diketahui dapat menyebabkan ejakulasi dini. Dalam kasus lain, gangguan seks ini juga bisa disebabkan oleh cedera fisik yang mempengaruhi sistem saraf.

 

 

Pencegahan Ejakulasi Dini

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah ejakulasi dini. Namun, Anda harus mempertimbangkan saran berikut:

1. Mempertahankan sikap yang sehat terhadap seks.Jika Anda mengalami perasaan cemas, rasa bersalah atau frustrasi tentang kehidupan seks Anda, lakukan psikoterapi atau terapi seksual.

2. Perlu diingat bahwa setiap orang dapat mengalami masalah seksual. Jika Anda mengalami ejakulasi dini, cobalah untuk tidak menyalahkan diri sendiri atau merasa tidak mampu. Cobalah berbicara secara terbuka dengan pasangan Anda untuk menghindari miskomunikasi.

3. Hindari narkoba dan alkohol. Alkohol dan narkoba dapat memperlambat respon dan kesadaran tubuh.
4. Masturbasi
5. Teknik Pemerasan

Salah satu strategi fisik untuk menunda klimaks adalah meremas batang penis tepat sebelum ejakulasi. Tetapi Teknik meremas tidak direkomendasikan oleh beberapa dokter, karena pria mungkin merasa untuk melakukan dengan benar saat berhubungan seks.
6. Krim anastesi
Diaplikasikan pada ujung penis sekitar 30 menit sebelum melakukan hubungan seks, krim ini dapat membuat penis kurang sensitif dan menunda ejakulasi. Pastikan untuk mencuci krim sebelum berhubungan seks karena beberapa penelitian telah menunjukkan krim anestesi dapat menyebabkan hilangnya ereksi atau mati rasa vagina.

Pengobatan Ejakulasi Dini lain yang mungkin adalah mengkonsumsi obat-obatan yang membantu untuk menunda ejakulasi. Orgasme yang tertunda adalah efek samping yang umum dari obat-obatan tertentu, terutama yang digunakan untuk mengobati depresi. Hal ini terjadi bahkan pada orang-orang yang tidak depresi. Beberapa jenis obat yang diberikan kepada pria yang mengalami ejakulasi dini, yang dapat membantu untuk menunda orgasme hingga beberapa menit adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil) atau sertraline (Zoloft); dan antidepresan trisiklik, seperti clomipramine (Anafranil).

 

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan