• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Pengertian Fistula Anal atau Fistula Ani.

Fistula Anal Merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan suatu kelainan saluran dengan pembukaan dalam atau internal pada saluran anus yang meluas dan terbuka pada kulit luar di dekat anus. Akibatnya, permukaan kulit luar di sekitar anus dapat terlihat sebagai suatu lubang, yang menyebabkan sakit dan perdarahan seiring dengan pergerakan usus. Gejala lain yang mungkin timbul seperti demam dan rasa gatal di sekitar anus. Fistula anal kebanyakan merupakan komplikasi dari abses anus, suatu kondisi yang ditandai dengan terkumpulnya nanah dalam anus.

Ada dua tipe utama fistula anal: Fistula Intersfingter dan Fistula Transsfingter.

Pada fistula intersfingter.
Jalur yang terkena atau terinfeksi tersebut melintasi sfingter anal/ani internal (cincin otot polos yang tidak dapat dikendalikan, yang menjaga anus tetap tertutup) dan terbuka pada permukaan kulit di sebelah anus.

Pada fistula transsfingter.
Jalur fistula melewati baik sfingter internal maupun eksternal (cincin otot yang dapat dikendalikan, yang menjaga anus tetap tertutup) dan terbuka pada permukaan kulit di sebelah anus. Meskipun fistula ani bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa, hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang memalukan, seperti inkontinensia et alvi, yang akan mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk mengontrol BAB (buang Air Besar).

Itulah sekilas info tentang penyakit ini jika Anda merasakan penyakit ini dalam tubuh Anda, segerakanlah pergi ke dokter dan periksakan tentang penyakit Fistula Anal Anda. Terima kasih

Berikut ini adalah gejala dan penyebab dari Fistula Anal. Mari kita simak.

Tanda atau Fistula Anal.

Gejala Yang Sering Di Rasakan Penderita Fistula Anal, diantaranya :

    1.Gatal-gatal disekitar anus
    2.Nanah berbau busuk disekitar anus
    3.Darah dalam tinja
    4.Merasakan ketidaknyamanan atau kegelisahan
    5.Demam
    6.Rasa sakit selama buang air besar
    7.Rasa sakit di sekitar daerah dubur yang memburuk ketika duduk

Penyebab Utama Fistula Anal

Pada umumnya fistula anal disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anus yang menyebabkan timbulnya penumpukan nanah. Fistula anal kemudian  membentuk saluran di bawah permukaan kulit yang terhubung pada kelenjar yang terinfeksi. Jika tidak dapat kering dengan sendirinya, nanah tersebut harus dikeluarkan dengan melakukan operasi. Fistula anal dapat dikategorikan dalam beberapa jenis tergantung kondisi dan posisinya. Ada yang rendah atau tinggi. Hal ini tergantung seberapa dekat posisinya dengan otot-otot sphincter atau kumpulan otot pada ujung anus atau dubur. Ada juga yang kompleks atau sederhana, tergantung apakah hanya terdapat satu saluran fistula atau ada jaringan yang saling terhubung.

Semoga beberapa info artikel di atas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih

Waspadai penyakit ini, Karena penyakit yang satu ini dapat menyusahkan diri Anda. Dibawah ini adalah cara mengobati fistula anal, berikut infonya.

Fistulotomy merupakan opreasi bedah untuk mengobati fistula anal dengan cara membuka saluran yang menghubungkan anal canal dan kulit kemudian mengalirkan pus keluar. Fistulotomy dikerjakan bila saluran fistula melewati spingter ani, dan bila tidak melewati spingter ani maka dilakukan Fistulectomy.

Pemeriksaan penunjang:
 
* CT Scan
* Fistulografi
* MRI

Teknik Operasi.

Posisi pasien litotomi atau knee chest :

* Dilakukan anestesi regional atau general.
* Sebelum melakukan operasi sangat penting untuk meraba adanya jaringan fibrotik saluran fistel di daerah perianal maupun dekat linea dentata, sehingga dapat ditentukan asal dari fistel.
* Dengan tuntunan rektoskopi dicari internal opening dengan cara memasukkan methilen blue yang dapat dicampuri perhidrol.
* Bila internal opening belum terlihat dilakukan sondage secara perlahan dengan penggunaan sonde tumpul yang tidak kaku kedalam fistula dan ujung sonde diraba dengan jari tangan operator yang  ditempatkan dalam rektum.
* Bila internal opening telah ditemukan, dengan tuntunan sonde, dapat dilakukan fistulotomi yaitu dengan cara insisi fistula searah panjang fistula dan dinding fistula dilakukan curettage untuk pemeriksaan patologi. Hati-hati jangan sampai memotong sfingter eksterna.
* Luka operasi ditutup dengan tampon.

Perawatan pasca Bedah.

Hari pertama penderita sudah diperbolehkan makan. Antibiotika dan analgetik diberikan selama 3 hari. Pelunak feces dapat diberikan pada penderita dengan riwayat konstipasi sebelumnya. Tampon anus dibuka setelah 2×24 jam atau jika terdapat perdarahan dapat dibuka sebelumnya. Rawat luka dilakukan setiap hari. Setelah penderita mampu mobilisasi, penderita diminta rendam duduk 2x sehari dengan larutan Permanganas Kalikus KMNO4 selama 20 menit.

Terima kasih telah membaca artikel kami semoga sedikit info ini dapat bermanfaat bagi Anda.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan