• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Gejala Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa)

Apa Saja Gejala Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa)
Nilai Rata-rata: 8.8 / 10 (12 orang penilai )

penyakit raja singa

Penyakit sifilis atau disebut juga dengan penyakit raja singa merupakan penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan resiko kesehatan yang cukup serius apabila tidak segera ditangani. Tidak sedikit orang yang telah terkena penyakit ini namun tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Ini diakibatkan karena gejala sifilis bisa tidak timbul dalam jangka waktu yang lama, terkadang gejala nya hanya kecil sehingga tidak terlalu mencolok.

Penyakit raja singa merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini dapat menginfeksi vagina, penis, mulut, bibir dan juga anus. Nama bakter ini adalah bakteri Treponema Pallidum.

Gejala Penyakit Sifilis

Gejala sifilis itu memiliki beberapa varian, ini tergantung dari tahapan penyakit sifilis itu sendiri, 4 tahapan dalam sifilis adalah:

Sifilis Primer

Pada sifilis primer, gejala pertama yaitu tumbuhnya ulkus kecil pada luka terbuka, ini disebut juga dengan chancre.Chancre adalah tempat dimana bakteri masuk ke dalam tubuh manusia, hal ini biasa terjadi melalui vagina, penis, bibir atau lidah. Menyebarnya chancre dalam jumlah yang banyak mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Umumnya chancre itu timbul sekitar 3 minggu setelah pasien terkena infeksi penyakit raja singa. Bukan merupakan patokan yang pasti karena chancre bisa saja muncul dalam periode 9-90 hari setelah pasien terinfeksi.

Chancre sendiri merupakan gejala sifilis yang tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan pasien sendiri sering tidak menyadari adanya chancre. Gejala sifilis ini bisanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 3 sampai 6 minggu. Pasien yang terkena sifilis primer dianjurkan segera menjalani pengobatan, apabila dibiarkan gejala sifilis akan berkembang ke tahap berikutnya.

Sifilis Sekunder

Gejala sifilis sekunder adalah timbulnya ruam yang tidak gatal. Ruam ini biasanya muncul pada telapak kaki dan telapak tangan, dan bagian tubuh yang lain, bahkan bisa saja tersebar di seluruh tubuh pasien. Gejala ini pada umumnya terjadi 2 hingga 10 minggu setelah chancre hilang. Selain ruam, gejala sifilis lain yang terjadi di tahap ini adalah kelelahan, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan lesi di mulut pasien.

Gejala pada penyakit sifilis sekunder juga akan hilang dengan sendirinya tanpa menjalani pengobatan, mirip dengan sifilis primer. Hal ini tidak berarti penyakit sifilis itu sembuh, namun bila tidak diobati sifilis ini akan masuk ke tahap berikutanya, laten dan tersier.

konsultasi dengan dokter

Sifilis Laten

Tahap awal gejala penyakit sifilis laten Ini adalah tahap tersembunyi penyakit sifilis. Pada sifilis tahap ini tidak ada gejala sifilis. Tahap akhir gejala sifilis laten dapat berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa dekade.

Penyakit sifilis laten awal masih tahap menular dan penyakit sifilis ini dapat menularkan penyakit ke pasangan penderita. Pada penyakit sifilis laten, risiko menginfeksi pasangan sangat rendah bahkan tidak ada. Tanda dan gejala sifilis laten jika tidak diobati akan masuk ke tahap yang paling serius, yaitu penyakit sifilis tersier.

Sifilis Tersier

Komplikasi penyakit sifilis tersier ini menyebabkan infeksi yang mengerikan. Dalam tahap gejala sifilis ini, bakteri akan merusak jantung, mata, otak, tulang, sendi dan sistem saraf pusat. Hal ini dapat terjadi puluhan tahun setelah infeksi awal penyakit sifilis.

Hal ini dapat mengakibatkan kebutaan, tuli, kehilangan memori, penyakit jantung dan kematian. Neurosifilis adalah salah satu tanda yang paling parah dari tahap ini.

gejala penyakit sifilis

Penyakit Sifilis Pada Ibu Hamil

Wanita hamil yang memiliki penyakit sifilis mungkin juga akan menularkan penyakit mereka melalui plasenta dan menginfeksi bayinya juga. Jenis gejala penyakit sifilis ini disebut kongenital. Sifilis kongenital bahkan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan kematian saat proses kelahiran.

Beberapa bayi yang terinfeksi sifilis kongenital memiliki gejala saat lahir. Luka pada bayi yang terinfeksi penyakit sifilis ini dapat menular ketika memegang dan mencium bayi.

Deteksi tahap awal penyakit raja singa ini dapat dilakukan melalui tes darah dengan tujuan untuk mendeteksi antibodi.

Penyakit sifilis pada tahap awal dapat diobati dengan satu suntikan penisilin. Kemudian pada tahap neurosifilis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi dosis harian yang diberikan oleh dokter.

Kerusakan organ akibat penyakit sifilis tidak dapat disembuhkan seperti keadaan awal, jadi saat perawatan penyakit ini harus dilakukan secara benar dan dilakukan pencatatan medis pada setiap tindakan. Memiliki chancre sifilis dapat meningkatkan penularan HIV hingga 5 kali lipat.

Pencegahan Penyakit Raja Singa

Pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit sifilis (penyakit raja singa) dan penyakit menular seksual lainnya:

  • Hindari seks, atau berhubungan seks hanya dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi.
  • Bicarakan dengan pasangan Anda tentang status HIV dan riwayat infeksi menular seksual lainnya.
  • Jika Anda tidak tahu status infeksi menular seksual dari pasangan Anda, gunakan lateks kondom saat melakukan hubungan seksual.
  • Hindari penggunaan alkohol yang berlebihan atau obat-obatan
close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan