• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Jangan Diremehkan, Vulvitis Berisiko Kanker Vulva

Jangan Diremehkan, Vulvitis Berisiko Kanker Vulva
Nilai Rata-rata: 8.4 / 10 (9 orang penilai )

Apa Saja Yang Anda Perlu Ketahui Seputar Vulvitis?

Vulvitis adalah peradangan pada alat kelamin perempuan bagian luar (vulva). Vulva, yang merupakan jaringan berdaging yang menutupi pintu masuk ke vagina, bagian ini termasuk "bibir" atau lipatan-lipatan kulit (disebut labia), klitoris, dan bukaan ke uretra dan vagina.

Vulvitis merupakan gejala dari sejumlah penyakit lain, seperti infeksi, alergi atau iritasi eksternal, pola makan yang buruk, kelelahan, stres dan kebersihan yang buruk sehingga dapat meningkatkan risiko seorang wanita dari vulvitis. Vulvitis bukan kondisi yang serius tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita. Terkadang sulit untuk menentukan penyebab penyakit ini yang membuat penderita merasa putus asa untuk melakukan tindak pengobatan.

Penyebab Vulvitis

Vulvitis dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, termasuk:

  • Alergi, terutama penggunaan sabun, kertas toilet berwarna, semprotan vagina, deterjen atau wewangian
  • Dermatis jangka panjang, seborrhea atau eksim
  • Infeksi seperti infeksi jamur dan bakteri, pediculosis , atau kudis
  • Vulvitis dapat mempengaruhi perempuan dari segala usia.

Kondisi ini terjadi karena kadar estrogen yang rendah pada anak perempuan dan wanita muda yang telah mencapai masa menopause.

Gejala Vulvitis

Gejala-gejala berikut mempengaruhi kulit di daerah vulva:

  • Rasa terbakar atau gatal
  • Adanya retak/lecet kecil di dalam kulit
  • Keputihan
  • Kemerahan dan bengkak di daerah vulva
  • Terjadi penebalan kulit

konsultasi dengan dokter

Diagnosis Vulvitis

Pemeriksaan panggul untuk diagosis vulvitis menunjukkan hasil kemerahan dan penebalan pada bagian vulva dan dapat memperlihatkan retak atau lesi kulit pada vulva. Jika ada keputihan pada wanita, hasil tes mungkin menunjukkan bahwa infeksi (seperti vulvovaginitis atau vaginitis ) adalah penyebab vulvitis.

Perawatan Vulvitis

Menghentikan penggunaan produk-produk yang dapat menyebabkan iritasi dapat mencegah vulvitis. Selain itu dengan menerapkan salep/krim yang diresepkan dokter sesuai dengan ketentuan dan petunjuk pemakaian pada daerah yang terkena infeksi dapat meringankan gatal pada bagian vulva dan gejala vulvitis lainnya. Jika metode ini tidak meredakan gejala, maka Anda dapat menjalankan pengobatan lebih lanjut sesuai prosedur dari dokter.

Jika pengobatan atau perawatan tidak bekerja, biopsi kulit vulva dapat dilakukan untuk menyingkirkan vulva distrofi atau displasia vulva dan kondisi prakanker.Biopsi diperlukan jika muncul lesi kulit.

Prognosis Vulvitis

Gejala gatal pada vulvitis mungkin sulit untuk dikontrol, tapi setelah penyebabnya diidentifikasi dan diobati, maka gejala vulvitis secara perlahan akan sembuh.

Risiko Komplikasi Vulvitis

Gejala vulvitis yang dibiarkan akan menimbulkan gatal pada vulva, yang selanjutnya mungkin akan menjadi tanda kutil kelamin (HPV - human papilloma virus ), vulva distrofi, dan jika tidak segera diobati maka akan menyebabkan komplikasi yang parah yaitu kondisi prakanker atau kanker vulva.

Penyakit menular seksual (PMS) dapat menyebabkan vulvitis, yang selanjutnya dapat menyebabkan masalah infertilitas. Jadi, PMS harus diobati dengan cepat dan tepat.

Pencegahan Vulvitis

  • Membersihkan Miss. V setiap hari menggunakan sabun dengan lembut, membilas sampai bersih, dan mengeringkan Miss .V  secara menyeluruh.
  • Hindari penggunaan semprotan feminin kebersihan, wewangian, atau bubuk di daerah genital.
  • Hindari memakai celana ketat, yang dapat menyebabkan iritasi karena membuat gesekan pada kulit dan mengurangi aliran udara.
  • Mengenakan pakaian berbahan katun atau kapas.
  • Hindari pakaian yang terbuat dari sutra atau nilon, karena bahan ini tidak menyerap dan membatasi aliran udara, sehingga hal ini dapat meningkatkan produksi keringat di daerah genital, yang dapat menyebabkan iritasi dan dapat berkembangnya virus atau organisme menular.
  • Jangan memakai pakaian olahraga yang menahan keringat untuk waktu yang lama.
  • Infeksi yang dapat menyebar melalui kontak intim atau seksual dapat dicegah atau dikurangi dengan menghindari kegiatan seksual.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter  jika mengalami gejala keputihan, luka pada vulva atau gejala lainnya seperti disebutkan pada pembahasan di atas. Cegah penyakit ini sebelum terjadi peradangan lebih lanjut akibat infeksi atau komplikasi vulvitis.

Demikian artikel ini membahas tentang vulvitis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda tentang penyakit tersebut. Jika Anda membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan penyakit ini, Anda dapat memeriksakannya ke Klinik Utama Gracia, dan dapatkan penanganan khusus dari tim medis berpengalaman dengan fasilitas lengkap dan teknologi modern.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan