web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Keluar Keputihan Setelah Berhubungan seks Apa Normal? Ini Penyebabnya

Keluar Keputihan Setelah Berhubungan seks Apa Normal? Ini Penyebabnya
Nilai Rata-rata: 9.7 / 10 (3 orang penilai )

Keluar Keputihan Setelah Berhubungan seks

Berhubungan seks tentunya menjadi momen yang paling ditunggu-tungu apalagi dengan pasangan yang sudah Anda nikahi, tapi sebagian wanita pasti pernah mengalami keluar keputihan setelah berhubungan seks, lalu apakah penyebabnya dan apakah hal ini normal terjadi? Jika penasaran maka baca artikel ini sampai tuntas.

Terjadinya keputihan setelah berhubungan seksual tentunya pernah di alami oleh beberapa wanita, namun yang perlu Anda perhatikan adalah tidak semua aktivitas seks yang dilakukan akan menyebabkan keputihan.

Kondisi seperti ini dapat dikatakan sebagai hal yang wajar terjadi, namun bisa menjadi suatu pertanda bahwa adanya bahaya yang sedang mengancam kesehatan area kewanitaan Anda.

Sebelum mengetahui lebih jelas penyebab dari keluarnya keputihan setelah melakukan hubungan seks, ada baiknya Anda mengetahui apa sebenarnya keputihan itu.

Baca Juga: Keluar Keputihan Setiap Hari Apakah Normal?

Keputihan merupakan sebutan untuk cairan yang keluar dari Miss V dan merupakan cairan yang dihasilkan dari proses alami dari serviks dan akan keluar melalui Miss V, seperti cairan berwarna putih bening tanpa disertai dengan bau ataupun rasa gatal.

Keputihan pada wanita adalah sebuah kondisi yang sangat normal dan hampir semua wanita pernah mengalami keputihan selama hidupnya. Tahukah Anda, bahwa keputihan terbagi menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal dan keputihan abnormal.

Jenis Keputihan Pada Wanita Terbagi Dua

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pada umumnya jenis keputihan wanita terbagi menjadi dua jenis, dan masing-masing jenis memiliki perbedaan dengan ciri-cirinya masing-masing diantaranya:

1. Keputihan Normal
Keputihan fisiologis (normal) adalah jenis keputihan yang sangat normal dan umum di alami oleh wanita. Kondisi ini akan terjadi, ketika wanita mengalami masa suburnya ataupun wanita juga akan mengalami keputihan sebelum ataupun sesudah masa menstruasi.

Tidak hanya itu, wanita juga akan mengalami keputihan saat gairah seksual sedang meningkat. Keputihan normal akan ditandai dengan munculnya cairan berwarna putih bening yang keluar dari Miss V tanpa disertai bau ataupun rasa gatal.

2. Keputihan Abnormal
Selanjutnya, keputihan patologis (abnormal) merupakan sebuah kondisi keputihan yang terjadi disebabkan adanya infeksi ataupun adanya penyakit tertentu yang sedang menyerang kesehatan area kewanitaan Anda.

Keputihan jenis ini termasuk kondisi yang berbahaya dan biasanya dialami oleh wanita yang sudah aktif berhubungan seksual. Ciri keputihan abnormal akan ditandai dengan perubahan warna seperti keputihan berwarna kuning pada cairan keputihan dan disertai dengan rasa gatal, bau, serta ketidaknyamanan lainnya.

Keluar Keputihan Setelah Berhubungan seks Ternyata Ini Penyebabnya

Keluar Keputihan Setelah Berhubungan seks

Menikmati hubungan seks dengan pasangan yang sudah Anda nikahi tentunya menjadi momen yang sangat indah bukan? Terlebih hubungan seksual yang dilakukan dengan sehat sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan bisa memberikan dampak baik bagi hubungan rumah tangga Anda.

Namun, terkadang pada beberapa wanita seringkali mengalami keluarnya cairan keputihan setelah berhubungan seks dan terkadang bisa sangat banyak sehingga mungkin saja pada beberapa pasangan tidak merasa nyaman akibat cairan keputihan yang keluar terlalu banyak, lalu apakah penyebab keputihan setelah berhubungan seks?

Baca Juga: Penyebab Keputihan Berlebihan

Perlu Anda ketahui bahwa keluarnya cairan keputihan setelah berhubungan seks disebabkan oleh proses alami yang terjadi saat Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Kondisi ini terjadi, saat wanita mengalami rangsangan seksual yang menyebabkan dinding Miss V menebal, dan menyebabkan cairan lubrikasi vagina tertahan dan keluar beberapa saat setelah berhubungan seks.

Lalu, Apakah Keputihan Setelah Berhubungan Seks Termasuk Kondisi Normal?

Perlu Anda ketahui bahwa hal ini merupakan kondisi yang normal dan tidak begitu berbahaya, namun jika Anda seorang wanita dan mengalami keputihan setelah berhubungan seksual secara terus menerus ataupun adanya perubahan pada cairan keputihan yang keluar, maka ini bisa menjadi tanda bahaya dan harus mendapatkan penanganan dari dokter secepat mungkin.

Dan seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa keputihan setelah berhubungan seksual akan terjadi ketika wanita mengalami rangsangan seksual yang mengakibatkan terjadinya kondisi keputihan.

Tetapi, Anda harus memastikan bahwa cairan keputihan yang keluar setelah berhubungan seksual berwarna bening dan tidak disertai dengan rasa gatal ataupun bau busuk yang menyertainya.

Karena, jika Anda mengalami keputihan setelah berhubungan seksual dengan perubahan warna pada cairan, maka ini merupakan kondisi yang berbahaya dan harus mendapatkan penanganan dari dokter.

Selain itu jika Anda mengalami keputihan yang tidak normal setelah berhubungan seksual, seperti cairan keputihan berwarna hijau kekuningan ataupun Anda merasakan sakit dan nyeri ketika berhubungan seks.

konsultasi dengan dokter

 

 

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual

Maka hal ini merupakan salah satu tanda bahwa Anda sedang menderita penyakit tertentu dan dapat menularkan infeksi kepada pasangan Anda saat aktivitas seks terjadi.

Tidak hanya perubahan warna cairan, tetapi jumlah cairan keputihan yang keluar dalam jumlah yang sangat banyak dan keluar terus menerus bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah pada area kewanitaan Anda.

Lakukan Cara Berikut Untuk Mencegah Komplikasi Keputihan Setelah Berhubungan.

Langkah awal untuk mencegah terjadinya keputihan yang tidak normal setelah berhubungan seksual, yaitu dengan mengetahui jenis-jenis keputihan dan kenali cairan keputihan yang keluar setelah Anda melakukan hubungan seks.

Sebaiknya, Anda menghindari aktivitas seksual dengan banyak pasangan, karena hal ini bisa menjadi salah satu cara penularan infeksi yang mengakibatkan keputihan menjadi tidak normal dan Anda juga sebaiknya menghindari berhubungan seks dengan pasangan yang menderita penyakit kelamin menular.

Ketika Anda tertular penyakit kelamin, maka tanda ataupun gejalanya akan mempengaruhi keputihan yang tidak normal dan ini sangat berbahaya jika terus menerus dibiarkan tanpa adanya penanganan dari dokter ahli ginekologi ataupun dokter spesialis penyakit kelamin.

Terakhir, langkah untuk menghindari terjadinya komplikasi adalah dengan melakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi yang sedang Anda derita.

Baca Juga: Akibat Dari Keputihan Berlebihan

Ketika Anda mengalami keluarnya cairan keputihan setelah berhubungan seks, maka segera hubungi dokter Kami di Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat terhadap kondisi yang Anda derita.

Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap cairan keputihan yang keluar dari area kewanitaan Anda dan melakukan test laboratorium untuk mengetahui apakah keputihan yang sedang Anda derita termasuk keputihan normal atau abnormal.

Hal ini akan memudahkan dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat dan sesuai dengan jenis keputihan yang sedang Anda alami.

Nah, jika Anda mengalami keputihan setelah berhubungan seks dengan gejala tidak normal maka segera hubungi dokter ahli ginekologi Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan kondisi Anda.

Apabila Anda membutuhkan informasi lainnya, atau jika Anda memiliki keluhan lain seputar masalah kelamin, silahkan datang langsung ke Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter dan Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasikan online gratis dengan mengklik tombol di atas ini.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan