• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Kenapa Bisa BAB Berdarah Tapi Tidak Sakit?

Kenapa Bisa BAB Berdarah Tapi Tidak Sakit?
Nilai Rata-rata: 7.7 / 10 (3 orang penilai )

diagnosa bab berdarah

Keluar BAB berdarah tapi tidak sakit tentu merupakan hal yang mengerikan, apalagi jika Anda baru pertama kali mengalami hal tersebut, namun jangan khawatir meskipun BAB keluar darah sangatlah mengerikan akan tetapi hal ini bisa dicegah dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Terdapatnya darah dalam tinja berarti ada perdarahan di suatu tempat di saluran pencernaan Anda. Terkadang jumlah darah sangat kecil sehingga hanya bisa dideteksi dengan melakukan tes okultisme tinja yaitu tes yang memeriksa darah tersembunyi di tinja.

Di sisi lain mungkin darah tersebut terlihat di tisu toilet atau di toilet setelah Anda buang air besar dan sebagai darah akan berwarna merah terang, namun dalam beberapa kasus pendarahan yang terjadi lebih tinggi di saluran pencernaan bisa membuat tinja tampak berwarna hitam.

Lalu, Apakah yang Menyebabkan BAB Berdarah?

Penyakit Diverticular

Penyakit diverticular adalah kantung kecil yang diproyeksikan dari dinding usus besar ke bagian anus dan biasanya Penyakit diverticular tidak menimbulkan masalah, tapi terkadang bisa menyebabkan BAB keluar darah atau terinfeksi.

Fisura Anus

Fisura anus adalah robekan kecil di jaringan yang melapisi anus mirip retakan yang terjadi pada bibir pecah-pecah sehingga menyebabkan BAB keluar darah dan Fisura anus sering disebabkan BAB yang keras sehingga bisa menyebabkan sakit saat BAB.

Kolitis

Kolitis adalah penyakit berupa peradangan dari usus besar yang menyebabkan gejala nyeri, meradang, diare dan perdarahan anus sehingga menyebabkan BAB berdarah.

Angiodysplasia

Angiodysplasia adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah abnormal dan rapuh sehingga menyebabkan perdarahan dan akhirnya bisa menyebabkan BAB mengeluarkan darah.

konsultasi dengan dokter

 

Ulkus peptikum

masalah bab darahUlkus peptikum adalah luka terbuka di lapisan perut atau duodenum yang berada di ujung atas usus kecil. Banyak ulkus peptik disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori ( H. pylori ) dan bakteri ini dapat menyebabkan luka, disebut bisul, di lapisan perut Anda atau bagian atas usus kecil sehingga bisa menyebabkan BAB keluar darah.

Polip Atau Kanker

Polip adalah pertumbuhan jinak kanker yang bisa tumbuh dan bisa menjadi kanker. Kanker kolorektal merupakan kanker ke empat di AS yang paling umum terjadi yang menyebabkan perdarahan yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Wasir

Penyebab BAB berdarah lainnya mungkin bisa juga karena wasir ataupun ambeien merupakan pembuluh darah yang membengkak di anus maupun rektum bawah, mirip dengan varises.

Diketahui juga bahwa wasir mungkin berada di dalam rektum (wasir internal), atau mungkin berkembang di bawah kulit di sekitar anus (wasir eksternal). Meskipun wasir bisa memburuk seiring waktu dan menyakitkan, namun kabar baiknya wasir bisa diobati dan sangat bisa dicegah.

Apakah Terdapat Gejala-Gejala Seseorang Mengalami BAB Berdarah?

Seseorang yang mengalami BAB berdarah mungkin tidak sadar bahwa mereka mengalami BAB keluar darah dan dari kebanyakan kasus mereka mengetahuinya setelah menyiram BAB ataupun saat seseorang menyeka dan terdapat darah di tisu setelah BAB.

Di sisi lain mungkin kebanyakan orang yang mengalami BAB keluar darah akan mengalami gejala seperti: menderita sakit perut, muntah-muntah, mengalami lemah, sulit untuk bernapas, mengalami diare, pingsan, dan penurunan berat badan dan semua gejala-gejala tersebut tergantung pada penyebab, lokasi, dan keparahan pendarahan saat BAB.

Bagaimana BAB Berdarah Tapi Tidak Sakit Didiagnosis?

Biasanya BAB berdarah tapi tidak sakit didiagnosis dengan melakukan berbagai macam serangkaian tes kesehatan karena dengan adanya tes diagnosis akan membantu dokter untuk menemukan lokasi pendarahan. Misalnya, tinja berwarna hitam cenderung merupakan ulkus atau masalah lain di bagian atas saluran pencernaan.

Sedangkan warna darah merah terang atau tinja berwarna merah marun biasanya mengindikasikan adanya masalah di bagian bawah saluran pencernaan seperti adanya wasir atau divertikulitis, dan biasanya dokter akan melakukan beberapa tes pemeriksaan seperti:

  • Lavage nasogastric
  • Esophagogastroduodenoscopy (EGD)
  • Kolonoskopi
  • Enteroscopy
  • Barium X-ray
  • Pemindaian radionuklida
  • Angiografi
  • Laparotomi

konsultasi dengan dokter

 

Cara Mencegah BAB Keluar Darah

Cara terbaik untuk mencegah BAB keluar darah adalah dengan menjaga agar tinja Anda tetap lembut sehingga mudah dilewati, dan berikut dibawah ini adalah beberapa cara untuk mencegah hal tersebut:

Mengkonsumsi Makanan Berserat Tinggi

Cara pertama untuk mencegah BAB keluar darah adalah dengan mengkonsumsi berbagai macam makanan berserat tinggi seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian, karena berbagai macam makanan tersebut dapat melembutkan tinja dan sehingga akan membantu Anda menghindari tegang yang bisa menyebabkan wasir.

Meminum Air Putih Lebih Banyak

Cara selanjutnya untuk mencegah BAB keluar darah adalah dengan meminum minimal enam sampai delapan gelas air putih setiap hari untuk membantu menjaga agar tinja tetap lembut.

Mengkonsumsi Suplemen Serat

Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup jumlah serat di makanan mereka, padahal banyaknya serat yang disarankan bagi wanita harus memenuhi serat sebanyak 25 gram sehari, sedangkan pria adalah 38 gram sehari dan jika kandungan serat harian Anda kurang dari jumlah tersebut maka Anda dapat mengkonsumsi suplemen serat.

Berolahraga dan Jangan Duduk Terlalu Lama

Dengan berolahraga secara teratur, menghindari duduk terlalu lama dan tetap aktif dapat membantu mencegah BAB berdarah serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah.

Itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai BAB berdarah tapi tidak sakit dan misalkan Anda mengalami hal tersebut maka ada baiknya segeralah konsultasikan kepada dokter Anda.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan