web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Keputihan Abu Abu Tanda Terinfeksi Bakteri Vaginosis

Keputihan Abu Abu Tanda Terinfeksi Bakteri Vaginosis
Nilai Rata-rata: 8.3 / 10 (7 orang penilai )

 Keputihan Abu Abu

Sebagian wanita yang mengalami keputihan abu abu merasa sangat khawatir saat mengalami perubahan pada cairan keputihan nya. Hal ini tentu bukan kondisi yang normal dan harus mendapatkan penanganan sedini mungkin dari dokter.

Karena, keputihan yang normal akan berwarna putih bening tanpa disertai gatal dan bau. Sementara itu, keputihan abu abu termasuk dalam jenis keputihan yang tidak normal. Dimana, keputihan jenis ini menjadi salah satu tanda bahwa adanya masalah yang sedang menyerang kesehatan area kewanitaan Anda.

Baca Juga: Penyebab Keputihan Berlebihan

Mungkin Anda salah satu wanita yang mengalami keputihan abu abu dan ingin mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan perubahan warna keputihan ini terjadi. Simak terus informasinya melalui artikel berikut ini.

Awas, Keputihan Abu Abu Tanda Terinfeksi Bakteri Vaginosis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa keputihan abu abu termasuk dalam jenis keputihan tidak normal. Sebenarnya, ada banyak jenis keputihan yang tidak normal dengan ciri-ciri berbeda dan penyebab yang berbeda.

Keputihan tidak normal disebabkan oleh adanya infeksi yang menyerang area kewanitaan. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh kebersihan yang buruk, serta kebiasaan berhubungan seksual yang tidak aman, sehingga menyebabkan terjadinya infeksi menular seksual.

Lalu, apa yang menyebabkan keputihan berwarna abu abu? Keputihan abu abu disebabkan oleh Bakteri Vaginosis (BV). Ini merupakan sebuah infeksi yang terjadi pada Miss V karena terganggunya keseimbangan bakteri pada Miss V.

Baca Juga: Keputihan Kuning Pertanda IMS

Umumnya, tubuh memiliki pertumbuhan bakteri baik yang berfungsi untuk melindungi area kewanitaan dari infeksi. Namun, karena jumlah pertumbuhan bakteri baik lebih sedikit, maka akan menyebabkan terganggunya keseimbangan dan menyebabkan infeksi yang berdampak pada keputihan wanita.

Dan ternyata Bakteri Vaginosis juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan infeksi menular seksual (IMS) atau Penyakit Menular Seksual (PMS) akan tetapi Bakteri Vaginosis tidak dianggap sebagai IMS.

Gejala-Gejala Cairan Keputihan yang Telah Terinfeksi Bakteri Vaginosis

 Keputihan Abu Abu

- Keluar keputihan tidak normal.

- Keputihan menjadi encer.

- Cairan keputihan abu-abu atau putih.

- Cairan keputihan memiliki bau yang kuat dan tidak sedap seperti bau amis.

- Terasa sensasi terbakar saat buang air kecil.

- Terasa gatal-gatal di bagian luar Miss V.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa antara 50 % hingga 75 % persen wanita yang telah terinfeksi Bakteri Vaginosis tidak memiliki gejala dan Bakteri Vaginosis sendiri tidak dianggap berbahaya, tetapi komplikasi dapat timbul.

Komplikasi Bakteri Vaginosis

- Infeksi HIV, karena Bakteri Vaginosis dapat meningkatkan kerentanan terhadap virus.

- Bisa mengakibatkan penyakit menular seksual seperti virus herpes simplex, chlamydia, gonorrhea, dan human papilloma virus (HPV)

- Jika wanita hamil mengalami BV maka kemungkinan bayi bisa lahir prematur.

- Kehilangan kehamilan atau keguguran.

- Kantung ketuban terbuka terlalu dini.

- Mengakibatkan endometritis postpartum, iritasi atau peradangan pada dinding rahim setelah melahirkan.

- Mengakibatkan kemandulan yang disebabkan oleh kerusakan pada tuba fallopii yang menghubungkan ovarium ke uterus

- Bakteri Vaginosis juga meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID), infeksi dan peradangan saluran kelamin wanita bagian atas yang dapat memiliki konsekuensi berat, termasuk kemandulan (infertilitas).

konsultasi dengan dokter

 

 

Siapa Saja yang Berisiko Untuk Terinfeksi Keputihan Abu Abu?

Infeksi ini bisa menyerang wanita dari segala usia. Biasanya, vaginosis bakteri sering menyerang wanita yang sedang memasuki masa reproduksi, yaitu usia 15 hingga 20 tahun. Namun, kondisi ini sering menyerang wanita yang tidak menjaga kebersihan area kewanitaan dengan benar.

Baca Juga: Penyebab Keputihan Bau Amis

Tidak hanya itu, wanita yang sudah aktif berhubungan seksual sangat berisiko untuk mengalami infeksi ini. Bagi mereka yang aktif dan sering melakukan hubungan seks bebas, maka kemungkinan besar memiliki infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal.

Bagaimana Saya Mengetahui Bahwa Saya Terinfeksi Bakteri Vaginosis?

Untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi oleh bakteri vaginosis atau tidak, bisa dilihat dari kondisi cairan keputihan. Biasanya, infeksi ini akan mempengaruhi kondisi keputihan yang normal berubah menjadi keputihan tidak normal, di antaranya:

Cairan keputihan akan mengalami perubahan warna menjadi abu abu. Cairan keputihan yang keluar dari Miss V akan berbau amis.

Cairan keputihan bertekstur sangat encer dan biasanya disertai dengan rasa gatal dan nyeri. Meskipun, beberapa wanita tidak disertai dengan rasa gatal dan adanya rasa nyeri pada area kewanitaannya.

Baca Juga: Perbedaan Keputihan Fisiologis dan Patologis

Biasanya, keputihan yang tidak normal akan ditandai dengan pendarahan di luar periode menstruasi, siklus menstruasi yang tidak normal, sakit pada perut bagian bawah, sakit saat berhubungan seksual, sakit pada punggung belakang dan pendarahan setelah berhubungan seksual.

Sebaiknya, jika Anda menyadari bahwa terdapat perubahan pada cairan keputihan, maka segera lakukan pemeriksaan dengan dokter ginekologi di Klinik Utama Gracia. Sangat penting untuk mendapatkan penanganan di awal, karena jika terus menerus dibiarkan bisa berakibat sanga fatal untuk kesehatan Anda.

Apakah Ini Kondisi yang Berbahaya?

Hampir semua jenis keputihan yang tidak normal termasuk kondisi yang berbahaya bagi wanita. Terlebih jika Anda mengalami keputihan jenis ini dan tidak melakukan penanganan apapun. Kondisi ini akan menyebabkan
komplikasi yang berbahaya, seperti:

• Gangguan kehamilan

• Penyakit radang panggul

Infeksi menular seksual

Bakteri yang menginfeksi area kewanitaan akan terus berkembang dan menginfeksi sistem reproduksi bagian lainnya. Seperti pada penyakit radang panggul, bakteri ini akan menginfeksi sistem reproduksi bagian atas dan mengakibatkan penyakit radang panggul.

Lalu, Bagaimana Cara Mencegah dan Cara Mengatasi Keputihan Abu Abu?

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi bakteri vaginosis adalah dengan cara menjaga keseimbangan bakteri. Hal ini bisa Anda lakukan dengan beberapa cara berikut, di antaranya:

• Hindari menggunakan sabun pembersih area kewanitaan

• Gunakan celana dalam berbahan katun

• Rutin mengganti pembalut 3 kali sehari saat menstruasi

• Hindari menggunakan celana berbahan ketat

Selain itu, penting bagi Anda untuk tidak melakukan hubungan seksual bebas. Aktivitas seks yang dilakukan dengan banyak pasangan dan kerap berganti ganti pasangan seks memiliki risiko yang sangat besar untuk mengakibatkan infeksi.

Sebaiknya, jika Anda ingin berhubungan seksual sebaiknya lakukan hanya dengan satu pasangan seksual yang terhindar dari infeksi menular seksual jenis apapun.

Baca Juga: Keputihan Bercampur Darah Apakan Normal?

Langkah pencegahan di atas bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi dan jika misalkan Anda merasa memiliki keputihan abu abu maka salah satu cara ampuh untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan segera melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia.

Karena Klinik Utama Gracia merupakan salah satu Klinik Spesialis Ginekologi yang didukung dengan dokter spesialis yang tentunya dapat mengatasi permasalahan Anda dan sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi yang sedang Anda alami.

Nah, jika Anda salah satu wanita yang mengalami keputihan abu abu segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan dengan Klinik Utama Gracia dan Anda juga dapat mengkonsultasikan keluhan Anda dengan tim medis kami melalui tombol konsultasi online yang sudah tersedia di bawah ini.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan