• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Mastitis merupakan peradangan pada payudara. Gejala penyakit mastitis adalah payudara memerah, membengkak, terasa sakit dan juga terasa panas. Rasa lelah akan timbul disertai dengan suhu tubuh yang meningkat adalah gejala yang dialami apabila penyakit semakin parah. Menurut sejumlah studi, satu di antara dua puluh wanita menyusui mengidap mastitis. Dan tidak sedikit wanita yang mengidap penyakit ini lebih dari satu kali.

Terdapat dua jenis mastitis:

1.  Infektif

Mastitis infektif diakibatkan oleh kuman yang masuk ke saluran air susu di puting payudara. Ini biasanya terjadi melalui mulut atau hidung bayi pada saat memberikan susu.

2.  Non Infektif

Non infektif mastitis diakibatkan karena saluran air susu yang tersumbat dan posisi menyusui yang tidak benar. Mastitis sering menyerang para wanita yang baru pertama kali menyusui, terjadi sepanjang periode menyusui, tapi umumnya terjadi antara hari ke 10 dan hari ke 28 setelah melahirkan.

Apabila Anda Terkena Mastitis, Ini Yang Perlu Anda Lakukan

Temui dokter spesialis ginekologi yang terpercaya, biasanya dokter akan memberikan antibiotik, cek langsung dengan dokter agar antibiotik yang diberikan sangat aman dan tidak memiliki efek samping yang dapat membahayakan bayi anda. Mastitis tidak akan berlangsung lama apabila anda menanganinya dengan cepat dan tepat. Anda juga tidak perlu berhenti menyusui apabila anda terkena mastitis, kecuali mengikuti saran dokter. Segera beristirahat dan lakukan kompres terhadap daerah penyakit.

Cara Agar Terhindar Dari Mastitis

•   Jaga kebersihan payudara
•   Istirahat yang cukup
•   Diet seimbang selama menyusui
•   Pola makan yang sehat dan benar

Bila hal ini tidak dilakukan dengan benar, anda akan rentan terkena mastitis.

Mastitis atau disebut juga mammitis merupakan inflamasi dari jaringan pada payudara. Mastitis dapat dibagi menjadi 3 macam, Mastitis Supurativa, Mastitis Periductal dan Mastitis Pueperalis. Penyebab dan kondisi pada ketiga mastitis berbeda-beda, berikut adalah penjelasannya:

1. Mastitis Supurativa

Dari ketiga jenis mastitis, mastitis supurativa merupakan jenis yang paling sering ditemukan kasusnya. Mastitis ini penyebab utamanya adalah kuman yang bernama staphylococcus, tapi tidak memungkinkan kuman TBC, jamur bahkan sifilis juga dapat menyebabkan terjadinya mastitis supurativa.

Apabila terinfeksi oleh kuman TBC, penanganan intensif harus segera dilakukan. Sebab apabila penanganan tidak dijalani dengan tuntas, ada kemungkinan pengangkatan payudara dapat jadi sebuah opsi. Ini akibat dari kelainan di kelenjar dan saluran payudara yang menyebar tak terkendali.

2. Mastitis Periductal

Mastitis jenis ini biasanya terjadi pada wanita yang mengalami menopause, untuk penyebab pastinya sampai saat ini belum jelas diketahui. Penyakit ini sering disebut juga Mamary Duct Ectasia, ini berarti pelebaran saluran karena adanya penyumbatan pada saluran di payudara.

Wanita yang memasuki usia menopause (biasanya berusia 45 tahun ke atas) mengalami mastitis mengalami peradangan akibat dipicu oleh perubahan hormonal dan aktivitas menyusui sebelumnya. Jaringan yang mati dan air susu itu sendiri bisa jadi penyebab utama penyumbatan pada payudara.

Tumpukan jaringan mati dan air susu pada saluran payudara mengakibatkan buntunya saluran yang pada akhirnya melebarkan saluran di belakangnya, di belakang puting payudara tumpukan jaringan mati dan air susu ini berada. Reaksi peradangan ini disebut Mastitis Periductal.

3. Mastitis Pueperalis / Lactational Mastitis

Wanita hamil ataupun wanita yang sedang menyusui banyak diserang oleh mastitis pueperalis. Kuman yang menginfeksi payudara ibu merupakan penyebab utama dari penyakit ini karena berbagai jenis kuman dapat berkembang dengan baik saat proses ASI.

Staphylococcus aureus adalah kuman yang paling sering ditemui yang menjadi penyebab mastitis pueperalis, yang dapat menyebar melalui puting ibu via kontak langsung. Kuman dapat masuk ke dalam jaringan payudara pada saat ibu sedang menyusui, kontak dengan mulut bayi bisa jadi jalan masuk kuman. Penularan juga bisa terjadi sebaliknya, ibu menularkan ke bayi melalui plasenta.

Tidak hanya bayi, kontak langsung puting payudara dengan suami juga bisa jadi penyebab kuman masuk, apalagi mulut yang tidak steril seperti pada perokok.

Apabila anda mempunyai pertanyaan atau ingin konsultasi lebih lanjut, datang langsung ke klinik kami atau gunakan fasilitas konsultasi online sekarang juga.

Mastitis yang disebabkan oleh bakteri dapat melakukan pengobatan dengan cara mengkonsumsi antibiotik. Resep antibiotik yang diberikan oleh dokter harus diminum sesuai dosisnya dan dihabiskan. Apa anda khawatir antibiotik akan membahayakan bayi anda? Hal ini sangat dimengerti, namun anda tidak perlu khawatir, obat antibiotik dalam pengobatan mastitis biasanya tidak membahayakan bayi. Perbanyak istirahat agar rasa sakit anda berkurang. Jangan lupa banyak minum air dan kompres payudara anda pada bagian yang terasa sakit.

Apakah Masih Bisa Menyusui Apabila Terkena Mastitis?

Ya, walaupun sedang terkena mastitis, ibu masih diperbolehkan untuk menyusui, untuk lebih jelasnya konsultasikan dengan dokter anda.

Apabila menyusui dengan menggunakan payudara yang terinfeksi terasa menyakitkan, gunakan payudara yang dalam kondisi sehat terlebih dahulu. Setelah ASI mengalir baru dicoba menggunakan payudara yang terinfeksi. Jika sakit berlanjut atau puting menjadi luka, gunakan alat pompa payudara.

Tips Bagi Ibu Menyusui

Sebelum melakukan aktivitas menyusui, payudara yang terinfeksi sebaiknya di kompres menggunakan handuk hangat terlebih dahulu selama kurang lebih 15 menit. Lakukan proses ini secara rutin, setidaknya 3 kali dalam sehari. Mengapa proses ini disarankan? Karena dengan mengkompres payudara dengan handuk hangat, aliran susu payudara akan meningkat. Aliran ASI juga dapat lancar dengan cara memijat payudara secara perlahan.

Pada saat menyusui, pastikan posisi bayi anda benar, bila tidak isi payudara tidak akan kosong sehingga resiko terjangkit masitis menjadi lebih besar.

Jangan lupa konsultasi lebih lanjut dengan dokter ginekologi yang terpercaya apabila sakit yang diderita menjadi lebih parah.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan