• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Mengenal Penyakit Herpes Zoster

Mengenal Penyakit Herpes Zoster
Nilai Rata-rata: 10.0 / 10 (3 orang penilai )

penyakit herpes zoster

Mendengar kata herpes, apa yang timbul dibenak anda? Penyakit menular, penyakit berbahaya, penyakit kelamin? Mungkin diantara tiga pemikirian tersebut akan muncul dalam benak anda. Penyakit herpes, bukan saja menyerang kelamin atau lebih dikenal dengan penyakit menular seksual. Herpes zoster adalah jenis herpes yang  menyerang kulit.

Penyakit herpes memiliki dua jenis, yakni penyakit herpes genital (simplexs) dan penyakit herpes zoster. Jika herpes genital menular melalui hubungan seks yang tidak aman. Sedangkan herpes kulit bukanlah penyakit herpes yang menular dan bukan disebabkan oleh hubungan seks.

Tetapi jika anda bersentuhan langsung dengan penderita herpes kulit dan belum pernah terkena cacar air selama hidup anda, maka anda akan mengalami cacar air. Tetapi sebenarnya herpes zoster adalah penyakit yang tidak dapat menular, dan juga dapat muncul sendiri ketika kondisi metabolisme tubuh sedang rendah. Kali ini, kita akan bahas mengenai herpes kulit.

Penyakit Herpes Zoster

Penyakit herpes zoster oleh masyarakat awam di Indonesia lebih sering disebut dengan cacar api atau cacar naga. Yah, memang penyakit ini akan menimbulkan bintik-bintik cacar pada penderitanya. Bintik-bintik tersebut hampir mirip dengan cacar air.

Karena memang herpes kulit disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air yaitu varisella zoster (VZV). Apabila anda pernah mengalami cacar air,  maka setelah sembuh dan bintik-bintik cacar air hilang, bukan berarti anda sudah bebas dari virus varisella zoster tersebut.

Virus ini akan kembali aktif dalam rentang waktu yang cukup lama, sekitar 20-40 tahun kemudian. Virus yang tidak aktif akan hidup di bagian tulang belakang manusia atau dasar tulang tengkorak manusia. Jika cacar air akan lebih sering menyerang anak-anak, maka cacar api lebih sering menyerang orang-orang yang berusia di atas 50-60 tahun.

Faktor Pemicu Aktif Kembali Virus Varisella Zoster

  • Usia
  • Sistem tubuh lemah
  • Leukimia
  • Stress
  • Beberapa jenis penyakit
  • Beberapa jenis obat

Ketika anda mengalami herpes kulit maka hindari kontak langsung dengan bayi yang baru lahir, ibu hamil, dan orang-orang yang memiliki sistem imunitas tubuh yang sangat lemah. Jika anda berkontak langsung dengan orang-orang tersebut maka virus akan mudah menular.

Gejala Terkena Herpes Zoster

herpes zoster adalahSaat pertama kali virus aktif, maka ada beberapa gejala yang muncul dari tubuh anda. Gejala tersebut merupakan gejala yang paling sering terjadi pada setiap penderita herpes. Berikut beberapa gejala yang muncul ketika virus Varizela Zoster kembali aktif.

Rasa Sakit

Pertama-tama, sekujur tubuh akan menimbulkan rasa sakit yang cukup parah. Rasa sakit yang muncul akan menimbulkan rasa panas, seperti rasa sakit seperti kulit yang terbakar. Terkadang rasa sakit yang muncul pun akan terasa seperti habis tertusuk benda tajam.

Sakit yang muncul akan disertai rasa gatal, dan mati rasa pada beberapa bagian tubuh. Gejala penyakit herpes zoster adalah secara bertahap.

Demam

Selain rasa sakit, anda juga akan menemukan beberapa gejala seperti sedang terkena flu, yaitu demam. Demam yang sudah mulai terjadi ini sebagai tanda bahwa virus sudah mulai aktif dan sudah menyerang sistem imun tubuh anda.

Sistem imun yang lemah akan memudahkan virus dalam menyerang tubuh. Tetapi jika metabolisme tubuh anda sangat kuat, maka virus tidak akan dapat menembusnya. Jika sistem imun sudah terserang, maka berbagai jenis penyakit akan mudah menyerang anda, baik itu penyakit berat maupun penyakit ringan.

konsultasi dengan dokter

 

sakit kepalaSakit Kepala

Gejala lain yang paling umum terjadi pada seseorang yang akan mengalami cacar api adalah mengalami sakit kepala. Sakit kepala menandakan bahwa virus sudah masuk ke dalam darah anda. Segeralah untuk mengatasinya jika anda sudah mengalami sakit kepala yang cukup parah.

Flu

Selain dua gejala di atas, anda juga akan menemukan flu pada tubuh anda. Flu yang muncul tersebut merupakan kondisi yang sering terjadi pada penderita herpes. Ketiga kondisi seperti demam, sakit kepala, dan flu sering terabaikan. Karena mereka menganggap kondisi tersebut merupakan hal yang biasa dan tidak cukup berbahaya, serta bukan tanda sebagai aktifnya virus.

Muncul Ruam

ruamSetelah mengalami ketiga gejala tersebut, maka akan muncul luka atau ruam pada kulit. Ruam dan luka tersebut akan berubah menjadi luka yang melepuh dan berisi cairan seperti air. Ruam yang muncul akan menyebabkan rasa gatal, dan sensasi seperti terbakar pada tubuh.

Jika cairan tersebut pecah, maka dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sehingga anda harus mewaspadai setiap ruam yang muncul tersebut agar ruam tidak semakin memperparah kondisi yang anda alami.

Ruam akan muncul selama dua hingga empat minggu dan ruam akan meninggalkan beberapa bekas pada kulit yang mengalami ruam dan akan berubah menjadi luka. Terkadang saat ruam muncul, tubuh pun akan mudah terasa lemah. Jika ruam muncul di wajah dan sekitar mata, virus varisella bisa menyerang mata anda dan akan menganggu fungsi penglihatan.

Sensitif Terhadap Cahaya

Ketika virus herpes zoster kembali aktif, maka penderitanya akan mengalami sensitive terhadap cahaya. Baik itu cahaya matahari, dan cahaya lampu. Kondisi ini menjadi tanda awal bahwa virus varisella zoster pada tubuh anda akan aktif kembali.

perut tidak nyamanPerut Terasa Tidak Nyaman

Gejala lainnya yang sering muncul saat anda mengalami herpes zoster adalah perut terasa tidak nyaman, seperti mual. Terkadang virus yang telah aktif pun akan disertai dengan gangguan pencernaan lainnya seperti diare atau komplikasi pada perut lainnya.

Ketika anda mengalami ketidaknyamanan pada perut, maka sebaiknya hindari mengalami dehidrasi. Karena dehidrasi hanya akan memperparah kondisi tubuh anda. Selalu cukupi cairan yang ada di dalam tubuh, hindari mengalami kekurangan cairan pada tubuh. Jangan pernah menyepelekan masalah kekurangan cairan atau dehidrasi.

Kapan Harus Ke Dokter?

kunjungan dokterPertanyaannya sekarang kapan anda harus ke dokter, anda harus pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan ketika merasakan telah menemukan gejala seperti di atas. Penanganan sejak awal akan lebih baik untuk menghindari berbagai komplikasi dari penyakit herpes zoster yang anda alami.

Ketika anda ke dokter, maka dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi berbagai jenis obat anti virus dan anti sakit. Obat anti virus yang diberikan oleh dokter untuk mencegah virus semakin aktif dan menyerang organ tubuh lainnya.

Jenis obat antivirus yang paling sering diberikan kepada penderita cacar api adalah acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir sering disarankan oleh dokter untuk dikonsumsi oleh para pasien penderita herpes kulit. Obat antivirus akan sangat efektif ketika dikonsumsi setelah ruam muncul selama 72 jam.

Jika lebih, maka dokter mungkin yang akan memberikan jenis obat lainnya untuk mengatasi penyakit herpes zoster pada tubuh anda tersebut.

Selain dengan obat-obatan antivirus, karena herpes kulit menyebabkan rasa sakit, maka dokter pun biasanya akan memberikan obat anti sakit kepada pasiennya, seperti paracetamol, ibuprofen, dan kodein menjadi pilihan dokter. Obat antivirus yang diberikan pun akan membantu pasien dalam menyembuhkan luka yang disebabkan dari ruam-ruam yang sudah pecah.

Obat rasa nyeri yang diberikan pun disesuaikan tingkat rasa sakit yang dirasakan oleh pasien. Jika dengan obat-obatan yang disebutkan di atas tidak juga memberikan efek yang cukup bagi penderita herpes, maka dokter pun akan memberikan obat-obatan jenis lain seperti obat antidepressant, dan juga obat antikonvulsan. Kedua jenis obat tersebut baru dapat dirasakan sekitar beberapa minggu setelah di konsumsi oleh penderitanya.

konsultasi dengan dokter

 

Komplikasi yang Disebabkan dari Herpes Zoster

Herpes kulit yang tidak segera ditangani dan diobati akan memicu komplikasi yang akan menganggu penderitanya. Ada beberapa jenis komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita herpes zoster, komplikasi tersebut seperti komplikasi pada mata, kulit, dan syaraf.

Gangguan Pada Mata

Virus yang masuk ke area wajah, dan menyebabkan ruam di sekitar wajah akan menyebabkan masalah pada mata. Apabila virus tidak segera di atasi sesegera mungkin, maka penderita dapat mengalami gangguan penglihatan seperti penglihatan menjadi kabur, dan bisa memicu masalah pada mata yang lebih parah lagi, hingga berujung kepada kebutaan.

Iritasi Kulit

Penderita herpes zoster juga dapat mengalami iritasi pada kulit. Iritasi disebabkan oleh bekas ruam atau luka yang kebersihannya tidak dijaga dengan baik.

Neuralgia Pascherpes

Tidak semua penderita herpes kulit akan mengalami neuralgia pascherpes. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ syaraf, yang mana akan menimbulkan rasa sakit cukup parah pada penderitanya.

Nyeri ini dapat muncul cukup lama sekitar 1-6 bulan setelah ruam yang muncul pada kulit sudah hilang. Bahkan penyakit ini dapat menyebakan komplikasi lain seperti asam urat, dan anda akan mengalami rematik. Namun tidak semua penderita herpes zoster mengalami kondisi ini, hanya sebagian kecilnya saja.

Gangguan Syaraf

Komplikasi lain yang dapat menyerang penderita herpes kulit adalah gangguan pada syaraf. Gangguan pada syaraf ini akan menyebabkan masalah pada otak, maupun masalah pada pendegaran dan juga masalah pada organ vital tubuh serta menganggu keseimbangan pada tubuh.

masuk rumah sakit

Perlukah Di Rawat Di Rumah Sakit

Penderita herpes zoster tidak perlu untuk melakukan perawatan di rumah sakit. Karena setelah melakukan pengobatan di dokter spesialis, maka pasien dapat segera dibawa pulang. Dalam perawatan di rumah, terdapat beberapa perawatan yang harus dilakukan oleh pasien. Seperti :

  • Menjaga kebersihan kulit,
  • Selalu menggunakan pakaian berbahan longgar, lembut serta nyaman saat digunakan,
  • Selalu menjaga ruam agar tetap dalam kondisi yang bersih dan selalu kering,
  • Serta hindari menutup ruam atau luka dengan menggunakan plester

Jika ruam atau luka menyebabkan rasa gatal pada tubuh anda, maka anda bisa menggunakan losion untuk mengurangi munculnya ruam. Hindari penggunaan antibiotik oles yang dapat memperlambat proses penyembuhan. Luka yang melepuh dapat anda sembuhkan menggunakan kompres dingin.

Pencegahan Herpes Kulit

Herpes dapat anda cegah dengan melakukan vaksinasi virus varisella zoster. Vaksinasi herpes merupakan metode yang paling disarankan untuk mencegah terjadinya herpes kulit. Meskipun vaksinasi tidak menjamin anda terhindar dari virus herpes zoster tersebut.

Ketika anda sudah memasuki usia 50 tahun, maka sebaiknya segeralah untuk melakukan vaksinasi. Meskipun vaksinasi tidak dapat mencegah anda terkena herpes kulit 100 %, namun vaksinasi dapat membantu anda dalam mengurangi gejala yang cukup parah saat gejala tersebut muncul dan dengan vaksinasi, ketika anda terserang maka anda bisa lebih cepat dalam proses penyembuhan.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan