• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria

Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria
Nilai Rata-rata: 9.6 / 10 (5 orang penilai )

disfungsi ereksi

Disfungsi Ereksi - Kesulitan Mendapatkan dan Mempertahankan Ereksi

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan kekakuan penis untuk memberikan hubungan seksual yang memuaskan. Disfungsi ereksi dikenal juga dengan disfungsi seksual.

Penyebab disfungsi ereksi yang paling umum adalah karena faktor emosional atau faktor fisik dari penderita.

Penyebab Lain Disfungsi Ereksi

Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyebab paling umum dari disfungsi ereksi. Persarafan perifer dan sistem peredaran darah yang mengontrol aliran darah ke penis mungkin menjadi rusak secara permanen akibat diabetes, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie merupakan salah satu penyakit kelamin pada pria yang disebabkan karena menurunnya sistem kekebalan tubuh seorang pria setelah mengkonsumsi obat-obat tertentu.

Penyakit peyronie ditandai dengan adanya pembentukan plak atau kulit yang mengeras pada penis yang menyebabkan penis pria melengkung selama ereksi. Selain itu penyakit ini menyebabkan penis menjadi pendek. Hal tersebut dapat menghambat atau bahkan menghalangi hubungan seksual.

Penyakit Kardiovaskular

Penyakit pembuluh darah seperti arteriosklerosis, dapat memperlambat aliran darah di penis, yang membuatnya sulit untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi dan menyebabkan disfungsi ereksi.

Gangguan Hormonal

Beberapa penyakit, seperti gagal ginjal dan penyakit hati, dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mempengaruhi ereksi seorang pria. Kadar testosteron yang rendah juga dapat menjadi faktor disfungsi ereksi.

Obat-obatan

Beberapa obat, termasuk beberapa resep untuk tekanan darah tinggi, depresi dan sejumlah kondisi lain dapat menyebabkan disfungsi ereksi karena mengganggu impuls saraf atau aliran darah ke penis.

Alkohol

Alkohol dapat mengubah kadar hormon dan menyebabkan kerusakan permanen dari persarafan perifer, yang menyebabkan impotensi atau disfungsi ereksi

Merokok

Merokok dapat menyebabkan penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lain yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Penggunaan narkoba

Penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja, kokain, ganja, dll dapat mengganggu ereksi, obat-obatan terlarang ini menghasilkan penurunan yang signifikan pada peredaran darah di daerah penis sehingga menyebabkan disfungsi ereksi.

konsultasi dengan dokter

Diagnosis Disfungsi Ereksi

Diagnosis disfungsi ereksi harus dilakukan oleh seorang ahli profesional di bidang (ahli urologi atau Androlog) yang dapat dilakukan dari beberapa tes laboratorium, USG, dan pengujian ereksi.

Berikut adalah beberapa tips agar terhindar dari disfungsi ereksi, semoga tips ini dapat dipraktekkan untuk kesehatan yang lebih baik.

  • Biasakan berjalan kaki. Olahraga ringan dapat mengembalikan performa seksual pada pria obesitas dan pria usia lanjut
  • Makan dengan pola makan yang benar. Mengkonsumsi buah, sayuran, biji-bijian dapat mengurangi risiko menderita disfungsi ereksi.
  • Berhati-hatilah dengan kesehatan pembuluh darah Anda. Hipertensi, hiperglikemia, kadar kolesterol tinggi atau trigliserida dapat merusak arteri dalam jantung
  • Berhenti merokok. Sebuah dasar panggul yang kuat meningkatkan kekakuan ereksi dan membantu menjaga darah di penis untuk menekan vena utama.

Apakah Anda tahu bahwa gaya hidup dapat mempengaruhi seseorang untuk menderita disfungsi ereksi?

Seseorang yang menerapkan pola hidup sehat dalam hidup mereka akan memiliki resiko yang kecil menderita disfungsi ereksi. Oleh karena itu, pria yang berolahraga secara teratur dapat mencegah disfungsi ereksi. Selain baik untuk kesehatan, latihan fisik memungkinkan peningkatan produksi hormon testosteron. 

Apakah kurang tidur dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada pria?

penyebab disfungsi ereksi

Hubungan antara disfungsi ereksi dan kurang tidur adalah orang yang memiliki gangguan tidur lebih banyak didiagnosis menderita disfungsi ereksi yaitu sekitar 70% dari penderita adalah menderita disfungsi ereksi.

Kurang tidur dapat memiliki efek yang berpegaruh pada otak, terutama dalam kaitannya dengan lobus frontal. Bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk mengambil risiko, pengambilan keputusan dan penalaran moral. Begitu juga dengan wanita, wanita dengan masalah tidur dapat menyebabkan peningkatan risiko stres seksual.

Masalah disfungsi ereksi pada pria maupun disfungsi seksual pada wanita mempunyai banyak penyebab dan gejala, oleh sebab itu penanganan ataupun pengobatan yang dilakukan juga tentunya berbeda.

Jika pasangan Anda mempunyai keluhan disfungsi seksual, anda perlu pendekatan dengan pasangan anda karena hal seperti itu biasa terjadi, dihadapkan dengan masalah seperti itu mungkin membuatnya stress, sebaiknya Anda menawarkan untuk menemani pasangan anda untuk konsultasi ke dokter agar mendapapatkan penanganan.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda tentang disfungsi seksual. Jika Anda ingin lebih memahami tentang disfungsi ereksi atau disfungi seksual lebih lanjut, Anda dapat menggunakan layanan konsultasi online secara gratis dibawah ini.

Dan jika Anda membutuhkan pengobatan disfungsi seksual, Anda dapat mengunjungi Klinik Utama Gracia dan dapatkan penanganan langsung dari tim medis profesional yang ditunjang dengan peralatan medis teknologi modern.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan