web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Penyebab, Gejala dan Bahaya Phimosis Pada Pria

Penyebab, Gejala dan Bahaya Phimosis Pada Pria
Nilai Rata-rata: 9.7 / 10 (6 orang penilai )

Mungkin kebanyakan orang masih terasa asing jika mendengar phimosis, lalu apakah phimosis itu dan apakah yang menjadi penyebabnya dan apa sajakah gejalanya? Nah jika Anda penasaran maka simak terus artikel ini sampai tuntas.

Perlu Anda ketahui bahwa phimosis ataupun fimosis merupakan sebuah kondisi yang terjadi pada kulup Mr P pada pria dan biasanya pada kondisi ini kulit kulup pada Mr P terlalu ketat dan tidak dapat ditarik ke bawah dan umumnya hal tersebut terjadi saat pria mengalami ereksi.

Akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa kondisi ini sangat umum terjadi pada anak laki-laki bahkan pada pria dewasa dan hal ini bukanlah termasuk penyakit yang berbahaya dan masih dalam kondisi wajar apabila terjadi pada bayi atau anak laki-laki.

Namun lain halnya jika kondisi ini terjadi pada pria dewasa atau anak remaja, karena jika dibiarkan terlalu lama maka dikhawatirkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan Mr P, karena phimosis pada pria dewasa sangat memerlukan penanganan khusus dari dokter untuk mengatasinya.

Apakah yang Menjadi Penyebab Phimosis?


Perlu diketahui bahwa phimosis bisa terjadi secara alami oleh bayi laki-laki dan biasanya hal ini paling sering terjadi pada pria dewasa yang disebabkan oleh tidak melakukan sunat ataupun khitan.

Kondisi ini juga bisa terjadi saat pria menarik secara paksa kulupnya sehingga menyebabkan luka dan tentu saja hal ini dapat membahayakan kulit Mr P dan menyebabkan bekas luka sehingga fimosis dapat menyulitkan pria untuk menarik kulit khatan ke depan.

Selain itu di bawah ini adalah beberapa penyebab fimosis terjadi pada pria yang perlu Anda waspadai, diantaranya adalah sebagai berikut:

- Mengalami infeksi saluran kemih berulang

- Mengalami infeksi Kulup

- Pada orang dewasa, faktor risiko fimosis meliputi infeksi menular seksual.

- Bagian kulup pada Mr P yang kecil menyebabkan tidak dapat melewati kepala penis

- Adanya infeksi, atau cedera/luka pada Mr P

- Tidak menjaga kebersihan Mr P sehingga menyebabkan adanya bakteri pada Mr P
Perlu Anda ketahui bahwa hal ini juga bisa disebabkan oleh adanya kondisi kulit seperti:

- Mengalami eksim yaitu sebuah kondisi jangka panjang yang menyebabkan kulit pada Mr P menjadi gatal, berwarna merah, kering, dan pecah-pecah.

- Psoriasis yaitu sebuah kondisi yang dapat menyebabkan bercak kulit menjadi merah, dan berkerak.

- Liken sclerosis yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan jaringan parut pada kulup yang bisa menyebabkan fimosis dan dalam beberapa kasus hal ini mungkin disebabkan oleh adanya iritasi urin.

Gejala-Gejala Phimosis yang Perlu Anda Waspadai


Gejala yang sangat umum dialami oleh penderitanya adalah kesulitan saat menarik kepala Mr P akibat kulit kulup yang sangat ketat, dan berikut di bawah ini adalah beberapa gejala fimosis lainnya, diantaranya:

- Biasanya penderita fimosis akan merasakan gejala seperti susah untuk membersihkan kotoran dibawah kulup Mr P sehingga membuat Mr P sangat rentan mengalami infeksi.

- Dalam kasus infeksi yang parah biasanya gejala yang muncul bisa berupa kulit Mr P yang telah berwarna menjadi merah, membengkak dan terasa nyeri.

- Gejala selanjutnya adalah kesulitan saat buang air kecil

- Terasa nyeri saat berhubungan seksual dan kurang merasakan sensasi saat berhubungan seksual

- Biasanya kulit Mr P pecah-pecah

- Buang air kencing tidak lancar dan terasa nyeri

- Sakit saat Mr P berereksi

- Ujung Mr P membengkak akan tetapi bengkakan tersebut bisa hilang setelah buang air kecil

- Kulit Mr P tidak dapat ditarik saat ingin membersihkan dari kotoran

- Terjadi iritasi pada Mr P

Lalu, Apakah Phimosis Ini Berbahaya?


Perlu Anda ketahui bahwa jika fimosis yang terjadi pada pria dewasa yang tidak segera menjalani pengobatan yang tepat maka tentu saja kondisi ini bisa sangat berbahaya, karena fimosis dapat menyebabkan penumpukan kotoran (smegma) yang berada di sekitar kepala Mr P.

Selain itu kotoran yang menumpuk di sekitar kepala Mr P yang tidak dibersihkan segera akan menimbulkan bau busuk dan menjadi tempat berkembangnya bakteri yang menyebabkan berbagai peradangan serta bahaya pada Mr P, dan berikut di bawah ini adalah beberapa bahayanya, diantaranya:

- Bisa menyebabkan pembengkakan pada Mr P

- Seseorang pria juga maka berisiko mengalami gangguan saluran kencing

- Bisa mengakibatkan gangguan dan kerusakan pada organ reproduksi pria

- Bisa menyebabkan pria kesulitan untuk berereksi

- Sakit saat buang air kecil

- Selain itu hal yang paling berbahaya dari kondisi ini adalah menyebabkan pria mengalami kanker penis.

- Bahaya lainnya juga dapat terjadi akibat kepala Mr P terlalu sensitif dalam mendapatkan rangsangan saat berhubungan seksual dan menyebabkan berbagai macam gangguan disfungsi seksual yang bisa terjadi.

Bagaimanakah Cara Mencegah Phimosis?


Saat ini upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah dengan menjaga kebersihan Mr P agar tetap terawat sehingga mengurangi risiko Anda menderita fimosis dan berikut di bawah ini adalah beberapa bentuk pencegahan yang bisa dilakukan, diantaranya:

- Melakukan sunat di Klinik Utama Gracia

- Mengganti pakaian dalam secara rutin

- Menggunakan pakaian yang menyerap keringat

- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual

- Membersihkan kotoran yang terdapat pada kepala Mr P

Saya Mengalami Phimosis, Bagaimanakah Cara Mengobatinya?


Apabila Anda pria dewasa yang mengalami gejala phimosis maka ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia, karena Klinik Utama Gracia merupakan salah satu Klinik Andrologi terbaik yang berada di Jakarta.

Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pada pasien penderita phimosis dan biasanya dokter akan menyarankan pria yang belum disunat yang mengalami hal tersebut untuk melakukan sunat ataupun khitan karena sunat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan pria karena sunat merupakan solusi yang paling tepat untuk menghilangkan masalah ini

Umumnya pemberian obat berupa salep khusus juga dapat diresepkan oleh dokter untuk meningkatkan elastisitas kulup, namun perlu Anda perhatikan bahwa pemberian salep ini harus dilakukan secara teratur dengan resep dokter dalam rentang waktu tertentu agar hasil pengobatan lebih efektif.

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai bahaya penyebab, gejala sampai bahaya phimosis bagi kesehatan pria dan pada intinya jika Anda merasa mengalaminya maka sudah saatnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada Kami di Klinik Utama Gracia.

Selain itu Anda juga bisa melakukan konsultasi online terlebih dahulu dengan tim medis kami melalui layanan konsultasi online dengan mengklik tombol chat online di atas ini dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Anda.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan