web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Perbedaan Disfungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini Pada Pria

Perbedaan Disfungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini Pada Pria
Nilai Rata-rata: 10.0 / 10 (4 orang penilai )



Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini salah satu kondisi yang kebanyakan dialami olah seorang pria. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi untuk hubungan seksual atau untuk melakukan aktifitas seksual yang memuaskan. Sedangkan ejakulasi dini adalah pelepasan air mani dari penis saat orgasme (klimaks seksual).

Tidak ada kondisi yang bisa mendefinisikan seberapa konsisten masalah disfungsi ereksi bertahan, ini sangat menjadi pertimbangan yang perlu diperhatikan. Namun, seorang pria yang mengalami ejakulasi dini lalu dirangsang secara seksual, kemudian otak mengirim sinyal ke area genital melalui saraf di sumsum tulang belakang untuk membuat otot-otot panggul (pelvic) berkontraksi.

Saat orgasme, gelombang kontraksi otot mengangkut sperma dengan sedikit cairan dari testis hingga vas deferens. Vesikula seminalis dan prostat berkontribusi ekstra pada cairan untuk melindungi sperma. Campuran sperma dan cairan air mani ini berjalan sepanjang uretra ke ujung penis dimana seorang pria bisa mengalami ejakulasi.

Apa Itu Disfungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini?

Sementara disfungsi ereksi adalah umum dan sering di salah pahami karena disfungsi ereksi adalah kondisi yang memalukan bagi pria untuk melakukan konsultasi, bahkan dengan dokter sekalipun. Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini mempunyai persamaan yaitu bentuk disfungsi seksual yang dapat mempengaruhi kualitas kehidupan seks seorang pria.

Ketika orgasme (klimaks) terjadi lebih cepat dari yang diinginkan. Terkadang ada komplikasi dengan reproduksi, akan tetapi ejakulasi dini juga dapat mempengaruhi kepuasan seksual, baik untuk pria maupun pasangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, permasalahan mengenai disfungsi ereksi dan ejakulasi dini sangat meningkat, oleh karena itu harus segera dicari pengobatannya.

Baca Juga : Kenali Penyebab Ejakulasi Dini Dan Solusinya Untuk Pria

konsultasi dengan dokter

Penyebab Disfungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini

Disfungsi ereksi dapat dihasilkan dari masalah kesehatan, masalah emosional atau dari keduanya. Beberapa faktor risiko yang dikenal adalah :

• Berusia diatas 50 tahun.
• Memiliki gula darah tinggi (diabetes atau kencing manis).
• Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
• Memiliki penyakit kardiovaskular.
• Memiliki kolesterol tinggi.
• Perokok.
• Menggunakan obat-obatan atau terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
• Obesitas (kegemukan).
• Kurang berolahraga.

Meskipun disfungsi ereksi menjadi lebih umum ketika seorang pria bertambah tua. Namun usia tidak selalu yang menyebabkan disfungsi ereksi. Beberapa pria tetap fungsional secara seksual pada usia 80 tahun. Disfungsi ereksi bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan yang lebih serius. Namun berbeda dengan penyebab ejakulasi dini yaitu tergantung dari jenis ejakulasi yang terjadi seumur hidup atau yang diperoleh baru-baru ini.

Ejakulasi dini yang terjadi selama seumur hidup dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia di pusat otak yang sangat penting untuk menurunkan tingkat ejakulasi. Karena setiap pria membutuhkan lebih sedikit rangsangan, ejakulasi bisa juga terjadi lebih cepat daripada yang diinginkan. Masalah psikologis termasuk kecemasan kinerja kemungkinan akibat ejakulasi dini yang terjadi selama seumur hidup dibandingkan penyebab utamanya. Kecemasan bisa mengenai kinerja seksual, kecemasan yang terkait dengan situasi tertentu seperti masalah pada hubungan yang baru.

Gejala Disungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini

Beberapa tindakan yang dilakukan sendiri kemungkinan berguna dalam pengobatan primer untuk mengevaluasi tingkat disfungsi ereksi. Sangat penting untuk mengenali dan mengevaluasi area yang spesifik dari siklus seksual, seperti hasrat seksual, ejakulasi dan orgasme. Sangat berguna untuk mengkonsultasikannya dengan dokter mengenai pengobatan dari waktu ke waktu. Adapun ejakulasi dini yang dapat menyebabkan tekanan yang signifikan meliputi :

• Ejakulasi yang hampir selalu terjadi sebelum penetrasi seksual tercapai atau dalam sekitar 1 menit penetrasi.
• Adanya ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi setiap kali saat penetrasi terjadi.
• Frustasi atau selalu menghindari keintiman seksual.

Gejala-gejala psikologis dari kondisi ejakulasi fisik. Pria atau wanita beserta pasangannya kemungkinan mengalaminya, seperti :

• Penurunan kepercayaan diri dalam hubungan.
• Kesulitan tersendiri atau antar pribadi.
• Tekanan mental.
• Kegelisahan.
• Merasa malu.
• Depresi.

Pria berejakulasi terlalu cepat dapat mengalami tekanan psikologis, akan tetapi pada kebanyakan pasangan dengan pria yang mengalami ejakulasi dini mengalami kekhawatiran dibanding pada pria yang memilikinya.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Disfungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini?

Diagnosis adalah hasil tes dan dokter akan menanyakan mengenai gejala dan riwayat medis Anda terkait dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan mengenai frekuensi, kualitas dan durasi disfungsi ereksi Anda. Kemungkinan akan dilakukan kombinasi tes yang berbeda untuk menentukan disfungsi ereksi.

Kedua tes fisik dan tes psikologis digunakan untuk membuat diagnosis, selain itu riwayat medis dan riwayat seksual juga. Dalam beberapa kasus, tes yang lebih ekstensif kemungkinan diperlukan untuk melihat kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala disfungsi ereksi. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk membantu dokter mengidentifikasi pengobatan yang paling efektif untuk Anda.

Namun tidak ada tes untuk ejakulasi dini karena diagnosis untuk ejakulasi dini bisa didapatkan dari seseorang itu saat melakukan konsultasi dengan dokter. Biasanya akan ditanyakan mengenai riwayat seksual termasuk berapa lama ejakulasi dini terjadi dan ketika pertama kali terjadi, berdasarkan hasil dari konsultasi ini dapat diketahui penyebab yang mendasarinya.

Pengobatan Untuk Disfungsi Ereksi Dan Ejakulasi Dini

Pengobatan untuk disfungsi ereksi tergantung dari penyebabnya. Karena disfungsi ereksi sering menjadi tanda pertama dari kondisi yang mendasarinya, pengobatan dapat membantu menyelesaikan masalah kondisi disfungsi ereksi serta dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Berbeda dengan pengobatan untuk ejakulasi dini biasanya didasarkan pada status hubungan pria dan penyebab kondisinya.

Ada beberapa pengobatan untuk ejakulasi dini termasuk terapi seks, tekhnik perilakunya, dan spray untuk mengurangi sensasi penis yang sensitif, obat-obatan oral dan pengobatan untuk disfungsi ereksi juga dapat mengatasi masalah ejakuasi dini (jika disfungsi ereksi juga merupakan masalah dari ejakulasi dini). Karena disfungsi ereksi dan ejakulasi dini pengobatannya tidak jauh berbeda. Pengobatan bisa dinyatakan hampir sama.

Pengobatan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini terdapat hanya ada di Klinik Utama Gracia. Salah satu klinik spesialis yang bisa menangani berbagai macam penyakit seperti disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Anda tidak perlu khawatir ketika ingin melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia. Karena klinik kami sangat merekomendasi mengenai penyakit kelamin tersebut. Untuk memudahkan Anda melakukan pengobatan di Klinik Utama Gracia, Anda bisa menghubungi kami di nomor 081336361555 dan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Anda bisa menggunakan layanan konsultasi online gratis kami dibawah ini.

Baca Juga : Ketahui Penyebab Impotensi Usia Muda Dan Cara Mengobatinya

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan