web tracker
  • Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Perbedaan Keputihan fisiologis Vs Keputihan Patologis

Perbedaan Keputihan fisiologis Vs Keputihan Patologis
Nilai Rata-rata: 9.5 / 10 (4 orang penilai )

Keputihan fisiologis vs Keputihan Patologis

Meskipun, keputihan adalah kondisi yang normal dan hampir semua wanita mengetahuinya. Namun, tidak dengan keputihan fisiologis dan keputihan patologis, karena banyak wanita yang tidak mengetahui tentang keputihan jenis ini dan tidak sedikit di antaranya yang berpikir bahwa ini merupakan kondisi yang sama dan tidak memiliki bahaya apapun.

Padahal, keputihan fisiologis dan keputihan patologis merupakan dua jenis keputihan yang jelas sangat berbeda. Salah satu di antaranya merupakan hal yang normal, jika terjadi pada wanita dan jenis lainnya merupakan tanda dan ancaman untuk kesehatan area kewanitaan.

Penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan kedua jenis keputihan tersebut. Tujuannya, agar wanita lebih memahami dan melakukan pencegahan dini untuk mengatasi jenis keputihan yang mungkin dapat mengganggu kesehatan kelaminnya. Inilah, perbedaan keputihan fisiologis dan patologis berikut penjelasannya.

Apa Itu Keputihan?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang perbedaan keputihan fisiologis dan patologis, sebaiknya Anda mengetahui apa itu keputihan?

Keputihan merupakan sebutan untuk cairan yang keluar dari area kewanitaan. Cairan ini dihasilkan melalui proses alami dari leher rahim yang keluar ditandai dengan cairan putih bening dan keluar dengan membawa sel-sel mati serta sebagai salah satu cara area kewanitaan membersihkan diri dari infeksi jahat.

Ini merupakan kondisi yang sangat normal terjadi pada hampir semua wanita. Namun, Anda tetap harus waspada dengan cairan keputihan yang keluar dari area kewanitaan. Karena, keputihan terbagi menjadi dua jenis dan memiliki perbedaan yang sangat signifikan dan memiliki bahaya tersendiri.

Perbedaan Keputihan Fisiologis Vs Keputihan Patologis Ini Perlu Anda Ketahui

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa jenis keputihan terbagi dua yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis dan kedua jenis keputihan sudah pasti terdapat perbedaan dan berikut di bawah ini adalah penjelasannya:

1. Keputihan Fisiologi

Keputihan jenis ini disebut juga sebagai keputihan normal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Ini merupakan kondisi keputihan yang sangat normal terjadi pada wanita. Biasanya, wanita akan mengalami keputihan jenis ini saat mengalami masa subur atau mendapatkan rangsangan seksual.

Wanita juga akan mengalami keputihan saat setelah atau sebelum periode menstruasi terjadi. Biasanya, keputihan fisiologis akan ditandai dengan keluarnya cairan berwarna bening dari area kewanitaan.

Ciri-Ciri Keputihan Fisiologis

Cairan ini tidak lengket, tidak berbau dan tidak disertai dengan rasa gatal. Banyak atau tidaknya debit cairan yang keluar tergantung pada sistem hormon setiap wanita yang berbeda-beda.

Baca Juga: Penyebab Keputihan Berlebihan

Tidak ada perawatan khusus untuk mengatasi keputihan jenis ini dan Anda bisa membersihkan cairan ini dengan membersihkan area kewanitaan menggunakan air bersih dan mengeringkan nya dengan handuk yang bersih dan menyerap.

Jika, mengalami keputihan dengan ciri-ciri seperti di atas, maka Anda tidak perlu merasa khawatir, karena ini merupakan kondisi yang sangat normal dan banyak di alami wanita. Tetapi, Anda tetap harus waspada dengan kondisi keputihan yang dapat berubah jenis dan mengancam kesehatan area kewanitaan.

2. Keputihan Patologis

Berbeda dengan jenis sebelumnya, keputihan patologis dikenal juga sebagai keputihan abnormal. Ini merupakan jenis keputihan yang berbahaya dan dapat mengancam kesehatan wanita yang menderitanya.

Keputihan jenis ini dikenal sebagai salah satu tanda adanya infeksi yang menyerang area kewanitaan dan menjadi salah satu gejala dari penyakit menular seksual yang menyerang wanita.

Baca Juga: Keputihan Berwarna Kuning Pertanda IMS

konsultasi dengan dokter

 

Beberapa wanita yang mengalami keputihan ini tidak menyadari, bahwa keputihan patologis merupakan sebuah ancaman kesehatan yang harus diwaspadai.

Biasanya, keputihan jenis ini sering di alami oleh wanita yang sudah aktif berhubungan seksual dan mereka yang terinfeksi penyakit ataupun adanya infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita.

Ciri-ciri Keputihan Patologis:

- Perubahan Warna Cairan Keputihan, cairan yang keluar dari Miss V akan mengalami perubahan warna, tergantung dari jenis infeksi yang menyerang. Biasanya, cairan ini akan berwarna, putih keabu-abuan, hijau kekuningan, putih seperti susu.

- Perubahan tekstur, tidak hanya perubahan warna, tetapi keputihan patologis akan mengalami keputihan tekstur cairan yang menjadi lebih encer, bahkan kental seperti keju. Kondisi, seperti ini tentu sangat berbahaya dan kadang cairan yang keluar dalam jumlah yang banyak.

- Ciri lainnya, wanita yang mengalami keputihan patologis akan ditandai dengan cairan keputihan yang keluar disertai dengan bau menyengat, bau busuk, dan cairan berbau amis. Cairan ini juga disertai dengan rasa gatal yang tidak jarang membuat wanita untuk menggaruk hingga menyebabkan iritasi pada kulit area kewanitaan.

Keputihan jenis ini juga disertai dengan tanda yang mengakibatkan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Wanita yang mengalami keputihan akan merasakan sakit ketika berhubungan seksual, mengalami siklus menstruasi yang tidak normal, pendarahan diluar periode menstruasi, sakit pada perut bagian bawah dan terasa sakit dan nyeri pada panggul.

Baca Juga: Cara Mengobati Keputihan

Nah, kesimpulannya kedua jenis keputihan ini sangatlah berbeda. Keputihan fisiologis merupakan jenis keputihan yang normal di alami wanita, sementara keputihan patologis merupakan kondisi keputihan yang disebabkan oleh infeksi yang menyerang organ reproduksi dan mengancam kesehatan wanita.

7 Fakta Menarik Keputihan Fisiologis dan Keputihan Patologis Ini Perlu Anda Ketahui

Keputihan fisiologis vs Keputihan Patologis

Tahukah Anda bahwa meskipun jenis keputihan patologis dianggap sebagai jenis keputihan yang dianggap sebagai kelainan keputihan yang sangat membutuhkan pengobatan dari dokter ginekologi.

Akan tetapi meskipun dianggap menjadi kondisi yang sangat serius tetapi perlu Anda ketahui bahwa ada 7 fakta menarik tentang keputihan fisiologis dan keputihan patologis yang perlu Anda ketahui dan berikut penjelasannya.

1. Jumlah Perubahan Cairan Keputihan Bisa Turun Naik Tergantung Pada Siklus Menstruasi
Miss V kadang-kadang memiliki pikiran mereka sendiri, dan terkadang jumlah cairan keputihan dapat berfluktuasi (turun naik ataupun bertambah) sepanjang bulan, tergantung pada siklus menstruasi.

Itu juga bisa mengubah warna dan bau cairan keputihan Anda dan semua perubahan ini bisa dikatakan normal, akan tetapi jika Anda mengalami gumpalan dalam cairan keputihan yang disertai dengan gejala tidak normal maka segera konsultasikan kepada Kami di Klinik Utama Gracia.

2. Stres Dapat Meningkatkan Cairan Keputihan
Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin stres hidup wanita, maka semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami peningkatan keputihan.
Jadi jika Anda merasa mengalami masalah yang begitu berat hingga mengalami stres maka hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan Miss V Anda.

3. Warna dan Jenis Cairan Keputihan Dapat Menandakan Penyakit Tertentu
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa keputihan patologis dan keputihan fisiologis jumlah dan jenis cairan (debit) dapat berubah tergantung pada banyak hal, tetapi hal itu juga bisa memberi tahu Anda apa yang terjadi di tubuh Anda dan menandakan adanya penyakit tertentu.

4. Cairan Keputihan Penting Bagi Tubuh Wanita
Ketika wanita pertama kali mengalami keputihan pasti hal tersebut bisa sangat aneh dan mengakibatkan rasa tidak nyaman saat melakukan berbagai macam aktifitas, tetapi tahukah Anda bahwa cairan keputihan yang normal sangat penting bagi tubuh wanita karena merupakan cara tubuh untuk membersihkan Miss V dan menjaganya tetap sehat.

5. Tidak Ada "Jumlah Normal" dari Cairan Keputihan
Meskipun tidak ada jumlah cairan normal dari keputihan fisiologis yang mungkin Anda alami, namun dalam kebanyakan kasus wanita dapat menghasilkan sekitar satu sendok teh cairan keputihan per hari.

Namun, jumlah tersebut sudah pasti sangat bervariasi berdasarkan waktu siklus Anda dan faktor-faktor lain dalam hidup Anda, seperti faktor stres atau faktor cuaca, maupun akibat faktor lainnya.

6. Cairan Keputihan Fisiologis Bisa Menandakan Infeksi Menular Seksual
Tak dapat dipungkiri lagi bahwa berbagai macam aktifitas seks bebas yang dilakukan dengan banyak pasangan tanpa menggunakan kondom dapat memicu terjadinya infeksi menular seksual ataupun penyakit kelamin.

Dan salah satu pertanda wanita mengalami infeksi menular seksual adalah timbulnya cairan keputihan berwarna kuning disertai dengan gejala tidak normal seperti bau yang merupakan pertanda adanya penyakit gonore atau kencing nanah.

Namun, untuk memastikan hal tersebut apakah termasuk kedalam jenis keputihan fisiologis maupun keputihan patologis maka ada baiknya untuk segera memeriksakan kondisi tersebut kepada dokter spesialis penyakit kelamin.

7. Wanita Bisa Mengalami Keputihan Berdarah
Dalam beberapa kasus wanita seringkali merasa kaget dan khawatir ketika melihat cairan keputihan berdarah, namun Anda jangan khawatir asalkan tidak terlalu banyak darah dengan tidak dibarengi dengan gejala aneh itu hal normal dan merupakan kedalam jenis keputihan fisiologis.

Perlu Anda ketahui bahwa beberapa cairan keputihan mungkin berwarna coklat muda, yang bisa berasal dari darah lama setelah menstruasi, atau jika Anda baru saja mulai pil KB. Ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika Anda melihat banyak darah, pastikan untuk memeriksakan nya.

Lalu, Bagaimana Cara Mencegah Keputihan Patologis?

Untuk mencegah keputihan jenis ini cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga kebersihan area kewanitaan, yaitu dengan cara hindari menggunakan produk pembersihan area kewanitaan menggunakan sabun berbahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi dan mengakibatkan infeksi.

Hindari aktivitas seks yang tidak aman, karena ini merupakan salah satu penyebab utama dari penularan infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual dan ditandai dengan keputihan patologis.

Lakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter ginekologi untuk mengetahui perkembangan kesehatan organ reproduksi kewanitaan Anda.

Ini merupakan langkah yang sangat tepat dan harus dilakukan oleh semua wanita, karena pemeriksaan secara rutin menjadi salah satu bentuk pencegahan dini dari komplikasi yang dapat menyerang kesehatan reproduksi Anda.

Baca Juga: Keluar Keputihan Setelah Berhubungan Seks Apakah Normal?

Bagi, kaum wanita harus lebih memperhatikan cairan keputihan yang keluar dari area kewanitaan Anda. Jangan pernah menganggap remeh perubahan cairan keputihan yang Anda alami, bisa saja ini menjadi tanda bahwa Anda sedang menderita penyakit menular seksual.

Karena, hampir semua jenis penyakit menular seksual yang menyerang wanita akan ditandai dengan keputihan yang tidak normal.
Tidak hanya penyakit menular, tetapi keputihan patologis bisa menjadi tanda bahwa adanya infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita bagian dalam yang memungkinkan untuk mengancam jiwa Anda.

Jadi, penting bagi Anda untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan area kewanitaan untuk mencegah bahaya yang dapat terjadi.

Apabila, Anda membutuhkan informasi lebih jelas mengenai jenis keputihan ini, atau Anda jika Anda salah satu wanita yang mengalami keputihan patologis, maka Anda bisa datang langsung ke Klinik Utama Gracia.

Selain itu untuk mempermudah Anda untuk mengatasi hal tersebut maka lakukanlah konsultasi gratis dengan tim medis Kami dengan mengklik tombol chat online di bawah ini dan semoga saja artikel ini dapat bermanfaat bagi Kita semua.

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.
Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan