• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Taukah Anda apa itu Polip Anus. Berikut Penjelasannya.

Penyakit Polip adalah salah satu penyakit yang berbahaya, karena bisa menimbulkan tumor. Polip artinya pertumbuhan yang menonjol, Polip anus kebanyakan merupakan tumor jinak bisa muncul pada anak-anak maupun dewasa. Pada anak-anak juga dapat terjadi polip rektal yang disebut juvenile polip, umumnya terjadi pada usia dibawah 10 tahun yang didominasi dengan BAB berdarah. Namun pada kondisi tertentu, polip bisa berubah menjadi ganas (kanker).

Pengobatan utama untuk polip adalah dengan tindakan bedah atau operasi yang disebut polipektomi. Menemukan dan mengangkat polip ini dapat menurunkan risiko terjadinya kanker rectum. Pada umumnya kanker rectum menyerang lebih sering pada usia tua. Lebih dari 90 persen penyakit ini menimpa penderita di atas usia 50 tahun. Walaupun pada usia yang lebih muda dari 50 tahun pun dapat saja terkena. Sekitar 3% kanker ini menyerang penderita pada usia di bawah 40 tahun. Kanker anus dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum. Kanker rectum sebagaimana sifat kanker lainnya, memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke lever, paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.Untuk itu perlu deteksi dini berupa skrining untuk mengetahui kanker rectum sebelum timbul gejala.

Dalam hal ini dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menemukan polip anus dan kanker pada stadium dini. Bila polip anus ditemukan dapat dengan segera diangkat, maka akan dapat mencegah terjadinya kanker rektum.

Itulah sekilas info tentang polip dubur. Jika anda merasakan adanya gejala penyakit, segeralah pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan secara medis agar mendapatkan pengobatan secara tepat.

Berikut ini Beberapa gejala Dan penyebab dari Penyakit Poip Dubur.

Gejala Polip Dubur.

Kebanyakan polip tidak menyebabkan gejala, tapi gejala paling sering terjadi adalah perdarahan dari rektum. Polip yang besar bisa menyebabkan kram, nyeri perut atau penyumbatan usus. Polip yang bertangkai panjang jarang turun ke bawah melalui anus. Polip besar dengan bentuk seperti jari (adenoma vilus) bisa mengeluarkan air dan garam, menyebabkan diare cair yang bisa menyebabkan menurunnya kadar kalium darah (hipokalemia). Jenis polip ini lebih sering berkembang menjadi keganasan Atau kanker.

Penyebab Polip Dubur.

Sebagian besar polip tidak bersifat ganas atau berkembang menjadi kanker. Namun seperti kebanyakan kanker, polip adalah hasil dari pertumbuhan sel yang abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara teratur yang merupakan proses yang dikontrol oleh gen. Mutasi dalam setiap gen ini dapat menyebabkan sel untuk terus membelah bahkan ketika sel-sel baru tidak diperlukan. Jika pembelahan sel-sel dalam kolon dan rektum tidak terkontrol, maka dapat menyebabkan terbentuknya polip. Selama jangka waktu yang panjang, beberapa polip dapat menjadi ganas. Polip dapat berkembang di bagian mana saja di dalam kolon. Polip dapat berukuran kecil atau besar dan datar (sesil) atau berbentuk menyerupai jamur atau seperti melekat pada batang (pedunkulata). Secara umum, semakin besar ukuran polip, semakin besar kemungkinan untuk berkembang menjadi keganasan kanker.

Semoga beberapa info artikel di atas dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati polip dubur/usus.

Langkah - langkangnya :

Pertama penderita diberi obat pencahar dan enema untuk mengosongkan perut pada usus. Lalu polip diangkat selama kolonoskopi dengan menggunakan pisau bedah
atau lingkaran kawat yang dialiri arus listrik. Bila polip tidak memiliki tangkai atau tidak dapat diambil selama kolonoskopi, mungkin perlu dilakukan pembedahan perut.

Kedua ahli patologi memeriksa polip yang telah diambil. Bila polip bersifat ganas, pengobatan tergantung kepada faktor-faktor tertentu. Contohnya, resiko penyebaran kanker lebih tinggi jika kanker sudah mencapai tangkai polip atau lebih dekat ke tempat pemotongan. Resiko penyebaran kanker juga bisa didasarkan pada hasil pemeriksaan ahli patologi terhadap penampakan polip di bawah mikroskop.

Bila resikonya rendah, tidak diperlukan pengobatan lebih lanjut. Bila resikonya tinggi, bagian usus besar yang terkena diangkat melalui pembedahan dan potongannya disambungkan lagi.

Jika polipnya sudah diangkat, setahun kemudian dan dalam selang waktu yang ditentukan oleh dokternya, seluruh usus besar diperiksa dengan kolonoskopi. Bila pemeriksaan tidak mungkin dilakukan karena telah terjadi penyempitan usus besar, maka digunakan barium enema. Setiap polip yang baru harus diangkat.

Terima kasih telah membaca artikel kami semoga sedikit info ini dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan