• Klinik Utama Gracia adalah klinik terpercaya di Jakarta
Klinik Utama Gracia fasilitas medis telephone

Uretritis adalah peradangan uretra, disertai pembengkakan dan iritasi di area yang menyebabkan sulit untuk buang air.

Gejala umum urethritis adalah dysuria, hematuria, sering buang air kecil, demam, dan mungkin rasa sakit ketika berhubungan seks (dispareunia). Pada wanita, uretritis dapat menimbulkan keputihan berlebihan (leukorea).

Jenis Urethritis

Uretritis dapat terbagi atas 2 bagian :
1. Uretritis Gonore (gonococcal urethritis)
2. Uretritis Non-Gonore (nongonococcal urethritis-NGU)

Kedua jenis uretritis di atas dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya bakteri N.gonorrhoeae. Para ahli spesialis kulit dan kelamin mengestimasikan bahwa urethritis non-gonore lebih banyak 2.5x lipat daripada uretritis gonore. Gejala keduanya hampir mirip dan dibedakan berdasarkan pemeriksaan laboratorium dari cairan (nanah) yang keluar dari alat kelamin. Uretritis Non-Gonore biasanya disebabkan oleh bakteri. Masa inkubasi dari bakteri penyebab Uretritis berkisar antara 3-4 hari.

Gejala Urethritis

1. Gejala Urethritis Pada Pria

•   Keluarnya cairan (nanah) dari penis
    Cairan bernanah yang keluar menunjukkan uretritis akibat gonore, sementara bila cairan   yang keluar agak bening maka pertanda uretritis non-gonokokal.

•   Adanya rasa menyengat atau terbakar saat buang air kecil
•   gatal
•   Iritasi di daerah sekitar penis

2. Gejala Urethritis Pada Wanita

Uretritis pada wanita sulit didiagnosis sebab jarang mengeluarkan cairan-cairan seperti pada pria, tapi tetap akan mengalami gejala dysuria dan rasa sakit , serta keputihan berlebihan (leukorea).

Penyebab Urethritis

Urethritis disebabkan oleh beberapa mikroorganime:
•   Bakteri penyakit menular seksual (klamidia, gonore, dll)
•   Escherichia coli atau yang lebih sering disebut dengan dengan bakteri E. coli
•   Virus herpes seperti herpes simpleks dan sitomegalovirus juga dapat menyebabkan uretritis.
•   Sindrom Reiter. Sindrom Reiter adalah tipe Athritis reaktif, yang artinya adalah reaksi terhadap infeksi bakteri dalam tubuh. Infeksi biasanya terjadi di dalam usus, organ genital, atau saluran kemih.

•   Mycoplasma genitalium
•   Cedera dikarenakan kesensitifan terhadap bahan kimia yang digunakan pada spermisida atau jeli kontrasepsi
•   Isotretinoin Terapi
• Adenovirus. Adenovirus adalah sekelompok virus yang menimbulkan berbagai penyakit pernapasan serta infeksi lambung dan usus (gastroenteritis), mata (konjungtivitis), dan kandung kemih (Cystitis) dan ruam.

 

Penyebab Urethritis Pada Wanita

Wanita lebih beresiko terserang urethritis karena wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek dan lubang uretra yang dekat dengan anus sehingga akan memudahkan bakteri untuk mencapai saluran kemih. Wanita terkadang terkena infeksi saluran kemih setelah berhubungan seks karena akan memudahkan bakteri berpindah ke kandung kemih melalui saluran uretra. Infeksi saluran kemih pada ibu hamil terjadi sebagai respons atas peningkatan hormon dan ginjal bekerja lebih keras dari biasanya sehingga rentan terhadap infeksi. Penggunaan spermisida juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Bagaimana mencegah urethritis?

1. Menghindari bahan kimia yang dapat mengiritasi uretra
2. Menghindari iritasi yang disebabkan oleh manipulasi manual uretra.
3. Meningkatkan asupan air minum dan menghindari minuman berkarbonasi;
4. Menghentikan penggunaan spermisida;
5. Mengurangi trauma pada penis dengan mengurangi masturbasi atau berhubungan seksual yang berlebihan
6. Pria yang menderita urethritis disarankan untuk tidak melakukan hubungan seks hingga satu minggu setelah pengobatan urethritis berakhir.

Tujuan pengobatan urethritis adalah untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi pada pasien dan juga mitra seksualnya, mengurangi resiko penularan HIV; dan mendorong perubahan perilaku yang akan mengurangi risiko kekambuhan. Berbagai obat dapat ditentukan berdasarkan penyebab uretritis pasien.
Obat Urethritis

Kombinasi obat urethritis gonokokal yang umum digunakan adalah azitromisin atau doksisiklin ditambah ceftriaxone atau cefixime. Beberapa contoh obat untuk menyembuhkan uretritis didasarkan pada penyebab meliputi:
1. Clotrimazole (Mycelex) – Trichomonial
2. Ceftriaxone – Gonore
3. Nitrofurantoin –Infeksi Bakteri
4. Flukonazole (Diflucan) – Monilial
5. Nystatin (Mycostatin) – Monilial
6. Co-trimoxazole, yang merupakan kombinasi dari sulfamethoxazole dan Trimethoprim dalam rasio dari 5 sampai 1 (Septrin, Bactrim) - Infeksi Bakteri
7. Metronidazole (Flagyl) – Trichomonial

Pada pasien dengan uretritis gonokokal maka pengobatan untuk gonore dan klamidia sangat dianjurkan. Pengobatan urethritis yang direkomendasikan adalah kombinasi 1-g dosis tunggal azitromisin oral (Zithromax) atau 100 mg doksisiklin oral 2x per hari selama 7 hari ditambah 400 mg cefixime oral (Suprax) atau 125 mg ceftriaxone intramuskular. Obat fluoroquinolones tidak lagi direkomendasikan karena bakteri sudah resisten terhadap jenis obat ini.

Azitromisin adalah obat pilihan untuk pengobatan urethritis non-gonokokal karena mikoplasma, ureaplasmal, dan klamidia. Azitromisin juga mungkin efektif untuk menyembuhkan tanda-tanda urethritis karena bakteri lain. Munculnya resistensi Mycoplasma terhadap azitromisin telah mucul, dan pengobatan alternatif yaitu dengan metronidazole (Flagyl) atau tinidazol (Tindamax).

Kebersihan perineum yang tepat harus ditekankan pada penderita. Ini termasuk penggunaan semprotan deodoran menghindari vagina dan mengeringkan daerah kelamin setelah buang air kecil dan buang air besar.

close
Daftar Online

Silahkan isi form untuk pendaftaran pemeriksaan