Gejala Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa) Yang Perlu Diwaspadai

Penyakit sifilis menyebabkan resiko kesehatan yang serius jika tidak diobati. Penyakit sifilis dikenal juga dengan penyakit raja singa. Banyak orang yang tidak menyadari kalau mereka terkena penyakit sifilis, karena penyakit sifilis tidak memiliki  gejala, kalaupun ada gejala itu hanya berupa gejala kecil yang tidak diperhatikan mereka.

Penyakit sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum yang menginfeksi vagina, anus, uretra, penis, serta bibir dan mulut.

Gejala Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa) Yang Harus Diwaspadai

Gejala Penyakit Sifilis (Penyakit Raja Singa)

Gejala penyakit sifilis bervariasi tergantung pada tahap penyakit sifilis dan terdari dari empat tahap yang saling tumpang tindih:

Sifilis Primer

Gejala pertama penyakit sifilis primer antara lain tumbuhnya ulkus kecil berupa luka terbuka yang disebut chancre yang merupakan tempat bakteri masuk ke dalam tubuh (biasanya melalui penis, vulva atau vagina, leher rahim, lidah atau bibir). Jumlah chancre yang banyak dan menyebar menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah-daerah yang umum.

Chancre muncul dalam waktu sekitar 3 minggu setelah infeksi penyakit sifilis, tetapi dapat terjadi kapan saja selama 9-90 hari setelah terinfeksi.

Gejala penyakit sifilis pada wanita atau pria berupa chancre yang tidak menyakitkan dan dapat terjadi di dalam tubuh ini, seringkali Anda mungkin tidak menyadarinya. Gejala sifilis ini akan hilang setelah 3-6 minggu. Jika sifilis primer tidak diobati, maka gejala sifilis  akan berkembang ke tahap sekunder.

Sifilis Sekunder

Gejala sifilis yang paling umum dari tahap ini adalah munculnya ruam yang tidak gatal. Ruam biasanya terjadi pada telapak tangan dan telapak kaki, ruam ini dapat menutupi beberapa bagian tubuh bahkan seluruh tubuh. Gejala penyakit sifilis akan muncul dalam waktu antara 2-10 minggu setelah chancre sembuh. Gejala sifilis lainnya pada tahap ini adalah sakit tenggorokan, kelelahan, sakit kepala, pembengkakan kelenjar, rambut rontok dan adanya lesi di mulut.

Sama seperti penyakit sifilis primer, penyakit sifilis sekunder akan hilang bahkan tanpa pengobatan. Jika tidak diobati maka penyakit sifilis akan masuk ke tahap laten dan tersier.

Sifilis Laten

Tahap awal gejala penyakit sifilis laten Ini adalah tahap tersembunyi penyakit sifilis. Pada sifilis tahap ini tidak ada gejala sifilis. Tahap akhir gejala sifilis laten dapat berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa dekade.

Penyakit sifilis laten awal masih tahap menular dan penyakit sifilis ini dapat menularkan penyakit ke pasangan penderita. Pada penyakit sifilis laten, risiko menginfeksi pasangan sangat rendah bahkan tidak ada. Tanda dan gejala sifilis laten jika tidak diobati akan masuk ke tahap yang paling serius, yaitu penyakit sifilis tersier.

Sifilis Tersier

Komplikasi penyakit sifilis tersier ini menyebabkan infeksi yang mengerikan. Dalam tahap gejala penyakit sifilis tersier berupa bakteri akan merusak jantung, mata, otak, tulang, sendi dan sistem saraf pusat. Hal ini dapat terjadi puluhan tahun setelah infeksi awal penyakit sifilis.

Hal ini dapat mengakibatkan kebutaan, tuli, kehilangan memori, penyakit jantung dan kematian. Neurosifilis adalah salah satu tanda yang paling parah dari tahap ini.

Penyakit Sifilis Pada Ibu Hamil

Wanita hamil yang memiliki penyakit sifilis mungkin juga akan menularkan penyakit mereka melalui plasenta dan menginfeksi bayinya juga. Jenis gejala penyakit sifilis ini disebut kongenital. Sifilis kongenital bahkan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan kematian saat proses kelahiran.

Beberapa bayi yang terinfeksi sifilis kongenital memiliki gejala saat lahir. Luka pada bayi yang terinfeksi penyakit sifilis ini dapat menular ketika memegang dan mencium bayi.

Deteksi tahap awal penyakit raja singa ini dapat dilakukan melalui tes darah dengan tujuan untuk mendeteksi antibodi.

Penyakit sifilis pada tahap awal dapat diobati dengan satu suntikan penisilin. Kemudian pada tahap neurosifilis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi dosis harian yang diberikan oleh dokter.

Kerusakan organ akibat penyakit sifilis tidak dapat disembuhkan seperti keadaan awal, jadi saat perawatan penyakit ini harus dilakukan secara benar dan dilakukan pencatatan medis pada setiap tindakan. Memiliki chancre sifilis dapat meningkatkan penularan HIV hingga 5 kali lipat.

Pencegahan Penyakit Raja Singa

Pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi resiko penyakit sifilis (penyakit raja singa) dan penyakit menular seksual lainnya:

  • Hindari seks, atau berhubungan seks hanya dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi.
  • Bicarakan dengan pasangan Anda tentang status HIV dan riwayat infeksi menular seksual lainnya.
  • Jika Anda tidak tahu status infeksi menular seksual dari pasangan Anda, gunakan lateks kondom saat melakukan hubungan seksual.
  • Hindari penggunaan alkohol yang berlebihan atau obat-obatan

Panduan Penting

Setiap artikel atau tips yang kami sediakan di website klinikutamagracia.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Konsultasikan kondisi medis yang anda alami dengan dokter yang profesional dan punya pengalaman, agar kesehatan anda bisa terpantau dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *